Jember (beritajatim.com) – Kampung Belgia di Kebun Sumberwadung yang merupakan wilayah kerja Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi lokasi syuting film horor Kafir: Gerbang Sukma.
Rumah dinas manajer Kebun Sumberwadung menjadi salah satu lokasi utama syuting pada 6-28 Oktober 2025. “Kebetulan di Sumberwadung ada peninggalan rumah warga Belgia pada masa kolonial,” kata Direktur Utama PD Perkebunan Kahyangan Sofyan Sauri, Senin (3/11/2025).
Dijadikannya Kampung Belgia sebagai lokasi syuting, menurut Sofyan, menunjukkan potensi besar tempat tersebut sebagai destinasi wisata. “Kampung Belgia sudah dikenal di kancah nasional. Apalagi sudah dijadikan tempat perfilman,” kata Sofyan.
Terletak di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, lokasi itu diresmikan Bupati Hendy Siswanto sebagai destinasi wisata cagar budaya dengan nama Wisata Kampung Belgia pada 15 September 2024.
Ini sebenarnya kampung yang dihuni buruh lepas di dalam kawasan PDP Kahyangan. Disebut Kampung Belgia, karena pada masa kolonial, kampung ini ditempati warga Belgia yang mengelola perkebunan karet dan kopi di sana.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampung Belgia Eko Wahyu Setiabudi mengatakan, bangunan-bangunan di Kampung Belgia masih terjaga bentuknya. “Bangunan perumahan warga yang ditempati karyawan berbentuk limas,” katanya.
“Wisata Kampung Belgia adalah harta karun agrikultura peninggalan Belgia, sekutu Belanda, yang kami persembahkan untuk masyarakat. Peresmian WKB adalah ikhtiar kami untuk terjun berkiprah lebih serius di dunia pariwisata sebagai lini baru di bisnis kami,” kata Sofyan Sauri saat peresmian.
Jarak antara pusat kota Jember dengan kebun Sumberwadung kurang lebih 27 kilometer dan memakan waktu tempuh 50 menit. Manajemen PDP Kahyangan sejak awal direncanakan bekerja sama dengan bus Jelita (Jember Keliling Kota) milik Dinas Perhubungan Jember dan angkutan wisata Angkot Sultan yang dikelola supir angkutan kota Jember untuk melayani wisatawan yang ingin ke Kampung Belgia. Namun seiring pergantian kekuasaan dari Bupati Hendy ke Bupati Muhammad Fawait, rencana itu tidak terlaksana saat ini.[wir]






