Tuban (beritajatim.com) – Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo, menjelaskan alasannya getol blusukan menemui rakyat. Menurutnya, blusukan merupakan cara untuk memastikan kebijakan pemerintah ke depan tidak menyengsarakan rakyat.
“Hampir setiap hari saya keliling ketemu masyarakat,” kata Ganjar di hadapan puluhan ribu warga Tuban saat acara Hajatan Rakyat Ganjar, Jumat (2/2). “Tadi saya ke pasar di Palembang dan mendengar keluhan mahalnya harga beras. Di sini beras mahal tidak?”
“Mahal pak, sekilo Rp15.000 sampai Rp18.000,” teriak warga kompak.
Ganjar juga sering bertemu dengan petani dan peternak di berbagai daerah. Keluhan yang disampaikan selalu sama, yaitu kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau dan tingginya harga pakan ternak.
“Masalah-masalah yang kami dengar langsung dari rakyat inilah yang harus diperbaiki,” tegas Ganjar. “Ganjar-Mahfud mendengar itu dari rakyat dan kita akan perbaiki semuanya.”
Ganjar percaya bahwa cara terbaik untuk membuat kebijakan yang pro rakyat adalah dengan mendengar langsung suara rakyat. Blusukan memungkinkan Ganjar untuk memahami kondisi di lapangan, apa yang dibutuhkan rakyat, dan kebijakan apa yang mereka harapkan.
“Maka saya dan Pak Mahfud getol blusukan, saya hadir ke sini untuk mendengar suara panjenengan,” kata Ganjar. “Suara panjenengan yang kami dengar penting, karena akan menjadi keputusan politik agar kebijakan-kebijakan berikutnya betul-betul tidak menyengsarakan rakyat.”
Antusiasme warga Tuban terhadap Ganjar terlihat jelas dalam acara Hajatan Rakyat Ganjar. Meskipun hujan sempat mengguyur lokasi acara, puluhan ribu warga tetap semangat bersama Ganjar.
“Ganjar menang satu putaran. Ganjar Presiden rakyat,” teriak mereka kompak.
Blusukan Ganjar menjadi bukti komitmennya untuk memimpin dengan kebijakan yang pro rakyat. Dengan mendengarkan langsung suara rakyat, Ganjar yakin dapat membuat kebijakan yang tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi rakyat. (ted)






