Gresik (beritajatim.com)- Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (GPPI) membuka peluang ke grand final proliga 2025 usai mengalahkan Jakarta Electric 3-0 (26-24, 25-18, 25-19) diajang final four yang digelar di GOR Sritex Surakarta, Sabtu (3/5/2025).
Kemenangan atas Jakarta Electric membuat tim asal Gresik itu, masih ada peluang dan berharap Jakarta Pertamina yang sudah lolos ke final mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan.
Laga Gresik Petrokimia melawan Jakarta Electric berlangsung menarik. Dimotori pemain asal Amerika Serikat Julia Sangiacomo dkk bermain percaya diri. Set pertama dimulai, Gresik Petrokimia tancap gas leading 13-8 hingga 10-15. Jakarta Electric mendekat 15-12. Tim asal Gresik kembali menjauh di poin 16-12. Kejar-mengejar poin terus terjadi hingga di angka 23-22. Jakarta Electric mampu mampu menyamakan skor 24-24. Di set pertama Gresik Petrokimia menang 26-24.
Set kedua, Gresik Petrokimia yang dinahkodai pelatih asal China, Jeff Jiang Jie, sudah unggul 8-4 atas Jakarta Electric dan terus leading 12-8. Sebaliknya pemain Jakarta Electric kerap melakukan error membuat Gresik Petrokimia terus menjauh 18-13. Set kedua menang 25-18
Tak ingin membuat kesalah di set ketiga. Pemain Gresik Petrokimia bermain meminimalisir kesalahan sendiri. Sehingga kembali leading 8-4. Jakarta Electric mendekat dua angka 8-6 hingga 11-9, 11-10. Gresik Petrokimia menjauh 13-10, 14-11, 16-12, 22-17, 23-18. Set ini Gresik Petrokimia menutup dengan kemenangan 25-19.
Kekalahan Jakarta Electric atas Gresik Petrokimia, membuat tim asal Jakarta itu tak pernah menang saat bertanding di fase reguler maupun di final four. Tim asuhan Chamman Dokmai asal Thailand tersingkir gagal melaju ke final.
Menanggapi kemenangan ini, pelatih Gresik Petrokimia Jeff Jiang Jie mengakui anak-anak hari ini bermain cukup bagus, dan jarang melakukan kesalahan. “Hasilnya hari ini bisa memenangkan pertandingan,” paparnya.
Ia juga menyampaikan kunci kemenangan hari ini receive semua pemain cukup bagus. “Hari ini receive dan passing anak-anak sangat bagus,” kata Jeff.
Sementara pemain Gresik Petrokimia, Mediol Yoku mengakui hari ini tidak ada tekanan yang berarti. “Kebetulan hari ini kami dan teman-teman bermain lebih bisa menikmati pertandingan,” katanya.
Sementara asisten pelatih Jakarta Electric, Wem Suparman mengatakan, banyak sekali kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan anak asuh Chamnan Dokmai. ‘Ya mungkin ada beban harus memenangkan pertandingan, jadi ada beban dari pemain,” pungkasnya. [dny/kun]






