Ngawi (beritajatim.com)– Insiden tak terduga menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Ngawi, Jawa Timur. Akibat kondisi licin setelah kehujanan, kedua kaki siswi tersebut terjepit di pijakan kolong kursi besi saat mengikuti kegiatan les di lembaga bimbingan belajar Primagama, Senin (2/2/2026) sore.
Korban diketahui bernama Puspa Nirwana (17), siswi kelas XII SMA Negeri 2 Ngawi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di tempat les Primagama yang berada di Jalan Kartini, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban mengikuti les persiapan masuk perguruan tinggi bersama belasan temannya. Karena sepatu yang dikenakan basah akibat hujan, korban melepas sepatu sebelum duduk di kursi. Namun tanpa disadari, kondisi kaki yang licin membuat kedua kakinya mendadak masuk ke pijakan kolong kursi besi di depannya dan tidak bisa ditarik keluar.
Pihak pengajar bersama teman-teman korban sempat berupaya membantu melepaskan kaki yang terjepit secara manual. Namun, kuatnya besi pijakan kursi membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah lebih dari 30 menit terjepit, pihak pengelola akhirnya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi untuk melakukan evakuasi.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dengan sangat hati-hati. Menggunakan gerinda kecil, petugas memotong bagian besi pijakan kursi agar kaki korban dapat dikeluarkan tanpa menimbulkan cedera serius.
“Kita langsung lakukan evakuasi kaki yang terjepit di kursi. Karena tidak bisa dilepas manual, terpaksa kita potong menggunakan gerinda kecil. Prosesnya sekitar setengah jam,” ujar Rochmad Angga Permadi, Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi.
Sementara itu, korban mengaku kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba akibat kondisi kaki yang licin setelah kehujanan.
“Sepatu saya lepas karena hujan, terus kedua kaki saya licin dan masuk kolong kursi. Akhirnya dilepas bapak-bapak Damkar,” tutur Puspa.
Setelah berhasil dievakuasi, kondisi kaki korban hanya mengalami sedikit lebam dan tidak memerlukan perawatan medis lanjutan. Keberhasilan evakuasi tersebut pun disambut rasa lega dan bahagia oleh teman-teman korban yang sejak awal menunggu proses penyelamatan.
Insiden ini menjadi pengingat agar tetap waspada terhadap kondisi sekitar, terutama pada fasilitas umum yang menggunakan material besi, terlebih saat kondisi tubuh atau lingkungan dalam keadaan licin. [fiq/aje]






