Surabaya (beritajatim.com) – Kerap menjumpai atau bahkan mengalami sendiri kaki bengkak ketika tengah hamil. Biasanya hal ini akan membuat ibu panik, tidak percaya diri, hingga bingung harus berbuat bagaimana.
Bengkak pada tungkai ini biasanya terjadi ketika kehamilan telah memasuki trimester kedua. Pada masa tersebut cairan dan volume darah menumpuk ke bawah.
Semakin membesar ukuran perut juga bisa mempengaruhi pembuluh darah vena dari tungkai kembali ke atas, sehingga sedikit tersendat. Tak ayal jika kaki akan lebih bengkak lagi.
Meskipun begitu tidak semua ibu hamil mengalami kondisi seperti ini. Hal ini biasanya dipengaruhi juga oleh genetik sang ibu atau pola makan. Jadi asal pembengkakkan tidak disertai tanda bahaya lainnya, ibu hamil tidak perlu khawatir.
Bengkak yang dikategorikan berbahaya ialah bengkak yang tidak hanya terdapat pada tungkai kaki, seperti di wajah yang tampak lebam di sekitaran mata, pipi, hingga dagu. Bengkak yang perlu diwaspadai juga ketika sampai mengganggu penglihatan jadi kabur dan berkunang-kunang. Selain itu disertai dengan sakit kepala atau pusing hingga rasa tertekan di ulu hati.
Untuk mengurangi pembengkakkan ini ada cara yang mungkin bisa dilakukan. Jika pembekakkan normal tidak disertai dengan gejala-gejala lain yang berbahaya, maka cara meredakannya bisa dengan mengurangi pergerakkan pada kaki.
Ketika sedang istirahat lebih baik jika sambil berbaring dengan mengangkat kaki lebih tinggi dari jantung. Hal ini diharapkan agar aliran pembuluh darah balik menjadi lebih maksimal.
Selain mengangkat kaki, cara lainnya ialah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam. Sebab garam dapat mengikat cairan sehingga memperparah bengkak pada kaki.
Namun, jika disertai dengan gejala berbahaya maka sebaiknya segera periksakan ke dokter atau minimal ukur tekanan darah. Karena dikhawatirkan adanya terjadi peningkatan tekanan darah yang bisa mengarah pada penyakit preklampsia.
Banyak juga ibu hamil yang bertanya-tanya, apakah kaki yang bengkak boleh dipijat? Hal ini sebenarnya merupakan pitting edema yakni adanya penumpukkan cairan. Sebenarnya boleh saja jika dipijit dengan lembut atau tidak terlalu keras. Namun juga perlu hati-hati dan tidak diperkenankan untuk melakukan refleksi. Hal ini bisa merangsang terjadinya kontraksi rahim.
Jadi yang perlu disadari bahwa bengkak yang terjadi pada ibu hamil sangat berbeda dengan bengkak akibat keseleo atau terjatuh. Jika bengkak karena terjatuh terasa lebih keras, bengkaknya kaki ibu hamil lebih lunak karena berisi cairan. Tak ayal jika cara mengatasinya pun pasti berbeda. [fyi/tur]





