Sumenep (beritajatim.com) – Abdurrahman (70), kakek asal Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditemukan meninggal di dalam sumur sekitar 100 meter dari rumahnya.
“Korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam sumur saat akan mandi menjelang Subuh,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (26/5/2023).
Peristiwa itu berawal ketika korban yang sedang tertidur di langgar dibangunkan anaknya yang bernama Mutayam. Korban dibangunkan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, karena anaknya melihat sarung korban sudah basah terkena air kencing.
Anak korban kemudian membawakan sarung untuk ganti. Setelah itu, anak korban pulang ke rumahnya.
Tetapi menjelang Subuh, istri korban membangunkan Mutayam dan menyampaikan bapaknya tidak ada di langgar. Mutayam pun bergegas bangun mencari bapaknya.
Baca Juga:
Anggota Polres Sumenep Dilarang Masuk Tempat Hiburan Malam
Ia mencari bersama ibunya, Ruidah. Awalnya mereka mencari ke rumah sepupunya namun korban tidak ada.
Kemudian mereka mencari ke sumur di dekat rumah. Ternyata di pinggir sumur terlihat ada tongkat, gayung, dan sarung milik korban. Anak korban pun langsung pergi ke rumah sepupunya dan mengajaknya ke sumur.
“Ternyata benar, di dalam sumur ada korban yang jatuh dalam keadaan telanjang karena akan mandi. Korban pun diangkat dari dalam sumur oleh keponakan dan tetangga-tetangganya. Saat diangkat, korban dalam keadaan sudah meninggal,” ungkap Widiarti.
Baca Juga:
Ika Arista Mpu Keris Perempuan Sumenep Raih Jatim Inspiring Woman Award
Keluarga korban menolak otopsi terhadap jenazah dan menganggap kematian korban adalah takdir Yang Maha Kuasa. Keluarga korban berjanji tidak akan melakukan penuntutan terhadap siapapun dan mengikhlaskan kematian korban.
“Keluarga korban akhirnya menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi. Berdasarkan informasi dari keluarga, sudah sekitar 2 tahun belakangan ini, korban mengalami pikun akibat usia,” terang Widiarti. [tem/beq]






