Pasuruan (beritajatim.com) – Kantor Wilayah Kemenham Jawa Timur tengah memetakan sejumlah wilayah strategis untuk mengimplementasikan program “Kampung Redam” sebagai upaya rekonsiliasi pasca-konflik. Inisiatif ini dirancang untuk melakukan rehabilitasi sosial melalui pendekatan kearifan lokal pada pemukiman yang memiliki riwayat permasalahan antarwarga.
Program ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang untuk meredam potensi gesekan agar tidak berkembang menjadi skala yang lebih luas. Pemerintah berfokus pada identifikasi dini guna memastikan stabilitas keamanan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur.
Kepala Kanwil Kemenham Jatim, Toar Mangaribi, menyatakan bahwa pihaknya membuka peluang besar untuk memasukkan wilayah Pasuruan dalam daftar target program tersebut. “Jika ada wilayah di Pasuruan yang berpotensi konflik, kami akan identifikasi dan masukkan dalam list untuk diredam kekhawatirannya,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Selain Kampung Redam, pihak kementerian juga mendorong terciptanya Desa Sadar HAM melalui berbagai indikator penilaian yang ketat. Program kedua ini bertujuan memberikan pengaruh positif mengenai hak asasi manusia demi menghapus praktik diskriminasi di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, Kemenkumham berencana merangkul berbagai elemen masyarakat mulai dari relawan hingga jurnalis sebagai penggiat HAM di lapangan. Pelibatan tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan dianggap krusial agar pesan perdamaian dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan warga.
Merespons usulan mengenai konflik lahan atau sosial yang sempat mencuat di Pasuruan, Toar menegaskan akan segera melakukan kroscek lapangan secara mendalam. “Kami akan coba menghubungi perangkat desa dan OPD terkait untuk mendalami apakah klasifikasinya masuk dalam kriteria kami,” tambahnya.
Tahapan awal ini akan difokuskan pada pengumpulan data sebelum berlanjut pada forum diskusi grup (FGD) untuk menentukan klasifikasi masalah yang ada. Langkah tindak lanjut secara teknis baru akan diambil setelah seluruh variabel konflik terpetakan dengan akurat dan objektif.
Diharapkan dengan hadirnya program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM, Pasuruan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani residu konflik masa lalu. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat lokal menjadi kunci utama keberhasilan program kemanusiaan yang berbasis pada kedamaian ini. (ada/but)






