Bondowoso (beritajatim.com) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, Dzakiyul Fikri, mengeluarkan peringatan tegas namun tetap bersahabat kepada para oknum kepala desa terkait ketertiban penggunaan dan pelaporan anggaran desa. Dalam pernyataannya, Kajari menyoroti masih banyak temuan auditor yang tidak ditindaklanjuti meski laporan dan dana sudah tersedia.
“Kita lihat banyak kawan-kawan kepala desa yang belum tertib soal penggunaan dan pelaporan anggaran. Bahasa auditor: banyak temuan, tapi tidak ditindaklanjuti. Kemana ini gerangan?” ujar Fikri pada BeritaJatim.com, Rabu (9/7/2025).
Kendati demikian, Kajari menegaskan pihaknya tidak serta merta mengambil langkah represif. Pendekatan persuasif tetap diutamakan untuk mendukung percepatan kemajuan Kabupaten Bondowoso.
“Sayangnya kami kepada para kepala desa ini besar. Maka kita ingatkan dulu. Ini Bondowoso harus maju cepat. Anggaran yang ada harus dioptimalkan secara merata, kolektif, dan terpadu,” tegasnya.
Fikri juga menekankan pentingnya sinergi antara kepala desa, camat, dinas terkait, tokoh masyarakat (TOMAS), dan pimpinan daerah. Ia menegaskan semua unsur harus bergerak bersama secara transparan dalam penggunaan anggaran.
“Gunakan anggaran secara proporsional. Harus ada pertanggungjawaban. Itu yang paling dibutuhkan masyarakat. Semua kegiatan, terutama fisik, harus ada jejak: nota, dokumentasi, laporan. Jangan sampai tidak ada kegiatan, jejak pun tak tampak. Gimana gerangan?” sindir Kajari.
Selain itu, Kajari mendorong camat serta dinas terkait agar lebih aktif melakukan monitoring dan verifikasi terhadap setiap kegiatan maupun anggaran yang diusulkan oleh desa.
“Setiap kegiatan harus dibuatkan jadwal. Kami siap turun tangan bantu, asal ada schedule-nya,” jelasnya.
Di ujung penyampaiannya, Fikri memberikan sinyal jika peringatan ini diabaikan, maka Kejaksaan tidak akan ragu untuk mengaktifkan fungsi penyidikan melalui ‘kertas merah’—istilah internal untuk penanganan perkara.
“Jadi sudah kita sampaikan banyak hal. Yang positif Monggo dilanjutkan. Ya kalau tidak, langkah terakhir. Karena ada tugas fungsi yang satunya yang ‘kertas Merah’,” ucap Fikri.
Meski demikian, Kejari menegaskan komitmennya untuk membangun Bondowoso yang lebih baik, transparan, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Gak ada telikung, gak ada kepentingan pribadi. Ayo kita bangun Bondowoso sama-sama,” tegasnya. [awi/beq]






