Blitar (beritajatim.com) – Ancaman pemadaman listrik seringkali memicu kekhawatiran masyarakat terhadap terganggunya layanan publik yang vital, termasuk sektor transportasi kereta api. Menjawab tantangan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan seluruh layanan stasiun hingga sistem keamanan di perlintasan sebidang dalam kondisi siap siaga dan tidak akan terpengaruh oleh potensi pemadaman listrik.
Langkah mitigasi yang komprehensif telah disiapkan jauh-jauh hari untuk menjamin kenyamanan penumpang dan keselamatan perjalanan kereta api di seluruh wilayah kerja Daop 7.
Genset Backup Tersebar di Seluruh Stasiun
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko terkait keandalan listrik. Sistem kelistrikan cadangan telah disiagakan di setiap titik vital operasional.
“Sebelum ada pemadaman, kami di semua stasiun sebenarnya sudah menyiapkan backup terkait genset. Jadi, genset itu tersedia di seluruh stasiun untuk melakukan backup, khususnya di area-area fasilitas dan operasional,” ungkap Tohari, Rabu (24/06/2026).
Dengan adanya genset ini, fasilitas krusial seperti sistem ticketing, penerangan, hingga persinyalan di area stasiun akan tetap berfungsi normal meski pasokan listrik dari PLN terputus.
Fokus PT KAI tidak hanya berpusat pada area stasiun, tetapi juga menjangkau titik-titik krusial di jalur perlintasan. Terkait kekhawatiran matinya palang pintu perlintasan kereta api saat listrik padam, Tohari memaparkan bahwa teknologi berlapis telah diterapkan, termasuk penggunaan energi ramah lingkungan.
Tohari menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di palang pintu tidak bergantung secara langsung pada jaringan listrik konvensional.
“Untuk di palang pintu perlintasan, ada beberapa yang sudah menggunakan solar cell (tenaga surya),” jelas Tohari.
Palang pintu juga dilengkapi dengan aki khusus. Aliran listrik utama pada dasarnya hanya bertugas sebagai pengisi daya ( charger ).
“Jadi, aki tersebut berfungsi untuk menyuplai listrik, sedangkan sistem kelistrikan yang ada hanya digunakan untuk mengecas akinya saja. Dengan sistem ini, daya listriknya masih bisa bertahan sekitar 1 sampai 24 jam,” tambahnya.
Sistem backup mandiri ini memastikan bahwa palang pintu akan tetap beroperasi menutup dan membuka tepat waktu, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas akibat palang pintu mati dapat dihindari.
Rekam Jejak Nol Kendala Pemadaman
Dengan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mumpuni, Daop 7 Madiun menyatakan optimisme tinggi dalam menghadapi berbagai skenario kelistrikan, termasuk pemadaman bergilir.
“Iya, insya Allah kami siap,” tegas Tohari.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sistem yang telah berjalan selama ini terbukti sangat tangguh. Sepanjang catatan operasional, wilayah Daop 7 Madiun memiliki rekam jejak yang sangat bersih terkait masalah yang ditimbulkan oleh pemadaman listrik.
“Kalau di sini, alhamdulillah tidak ada (persoalan terkait pemadaman). Untuk di seluruh wilayah Daop 7, tidak ada,” tutupnya.
Melalui antisipasi matang ini, PT KAI Daop 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan presisi bagi seluruh masyarakat, dalam kondisi apa pun. (owi/aje)






