Surabaya (beritajatim.com) – Sudah sering didengar bahwa tidak ada yang gratis dalam hidup, tetapi sebuah kafe Guatemala tampaknya telah menerapkan hal-hal semacam ini secara harfiah! Kedai Kopi La Esquina menjadi viral karena semua alasan yang salah yaitu setelah mereka menagih pelanggan karena menggunakan toilet.
Sudah sewajarnya menggunakan toilet umum akan dikenakan tarif, tetapi tidak pernah ditemukan sebuah kafe atau tempat makan yang memberlakukan fasilitas toilet mereka dengan memasang tarif. Jadi saat Kedai Kopi La Esquina ini menagih pelanggan untuk menggunakan toilet, pelanggan mereka saat itu, Nelsy Cordosva tercengang ketika dia menerima tagihan struk, yang menunjukkan biaya tambahan untuk menggunakan toilet.
Melalui Twitter, Nelsy membagikan foto tanda terimanya, yang menampilkan biaya untuk ‘ruang kerja’ – tidak lain adalah perjalanannya ke kamar mandi. Orang-orang telah mengkritik restoran dan menyebut tuduhan itu sebagai ‘kecurangan’.
Dalam struk tagihan dituliskan biaya ruang kerja sebesar 25 euro atau Rp369.352, yang bahkan lebih mahal daripada minuman yang pria itu beli. Nelsy pun menuliskan dalam postingannya, “Q58.30 termahal dalam sejarah. Pergi trolled (buang air, red) di restoran.”
“Wow, [saya terkejut] mereka tidak mengenakan biaya untuk udara di restoran,” komentar seorang pengguna twitter.
“Aku pernah kesana. Saya harus mengatakan bahwa kedai itu sangat sepi, saya ingin tahu apakah itu karena ini,” kata warganet lain.
“Bagaimana bisa ke toilet seakan menyewa ruang rapat? apa kau melangsungkan rapat di toilet, hahahaha?” tanya warganet.
Setelah menerima serangan warganet Twitter dan menjadikannya viral karena alasan yang justru merugikan, kafe tersebut merespons dan menawarkan penjelasan. Dalam pernyataan mereka, yang dibagikan oleh Contexto, restoran tersebut mengatakan, “Kami menyesali insiden yang terjadi, itu adalah kesalahan yang sangat serius dan tidak disengaja, yang telah diperbaiki dalam sistem kami.”
“[Kami] sudah melakukan segala kemungkinan untuk menghubungi orang yang terkena dampak untuk melakukan pengembalian uang tersebut dan mengkompensasi kerusakan yang disebabkan, yang seharusnya tidak dilakukan, karena tidak sesuai dengan prinsip kami,” tambah mereka. [adg/beq]






