Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerhati Budaya, Kadarisman Sastrodiwirdjo menilai Madura memiliki budaya luar biasa kaya, namun membutuhkan beragam pendalaman disiplin kajian dalam skala prioritas.
Hal tersebut disampaikan Launching ‘Demadurologi’; Bedah Buku dan Gelar Budaya di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Selasa (16/1/2024).
“Budaya Madura itu sebenarnya luar biasa kaya, sehingga harus dilakukan beragam pendalaman dan harus menjadi prioritas,” kata Kadarisman Sastrodiwirdjo.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya menilai jika nenek moyang orang Madura, justru memiliki budaya melompat. “Kondisi ini tidak lepas karena budaya menulis orang Madura, sudah mulai hilang seiring dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Baca Juga: 2 Wanita Penghibur Asal Bekasi Diamankan Satpol-PP Pamekasan
“Sebenarnya buku tentang (bahasan) Madura cukup banyak, tetapi justru sebagian di antara kita justru tidak banyak yang tahu. Sehingga tidak jarang banyak naskah yang hilang, dan itu justru berakibat fatal (untuk memahami Madura secara utuh dari aspek budaya),” imbuhnya.
Cukup banyak buku yang mengupas tentang Madura, namun justru hanya mengupas melalui kajian literatur. Salah satunya seputar pemahaman awal orang Madura merantau. “Orang Madura itu bukan petani, tapi maritim. Hanya saja kita kekurangan bukti tentang itu, kecuali bunyi lagu ‘nenek moyangku pelaut’,” jelasnya.
Baca Juga: Angin Kencang Akibatkan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang di Pamekasan
“Jadi DNA orang Madura adalah maritim, artinya bukan nelayan tapi pelaut. Sehingga sebagian orang Madura tidak hanya berada di Madura, tetapi mereka menyebar di berbagai daerah di luar Madura,” tegasnya.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meluruskan jika pusat peradaban di Madura, terletak di wilayah atau jalur pantura. Sekalipun selama ini banyak yang beranggapan wilayah selatan sebagai pusat peradaban.
Tidak hanya itu, produk budaya tanean lanjhang menjadi satu-satunya budaya yang identik dengan Madura, dan tidak ada di daerah lain. Termasuk budaya dapur yang berada di depan rumah, juga tidak lepas dari budaya Madura. [pin/ted]






