Probolinggo (beritajatim.com) – Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Gambir-Jember tertemper truk di perlintasan sebidang 172 pada Selasa, 1 September 2024. Lokasi tepatnya antara Stasiun Grati dan Stasiun Bayeman di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Akibat kejadian ini, lokomotif KA Pandalungan mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Selain itu, masinis, asisten masinis, dan seorang petugas yang berada di lokomotif juga mengalami cedera dan langsung mendapatkan perawatan medis.
Menanggapi kejadian tersebut, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melintasi perlintasan sebidang.
“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama KAI. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali,” ujarnya.
Cahyo juga menegaskan, KAI akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi di perlintasan sebidang. “Kami akan melakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegasnya.
Kejadian ini tentu saja mengganggu perjalanan kereta api dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi para penumpang. Namun, KAI telah melakukan upaya untuk meminimalkan dampak dari kejadian ini dengan mengirimkan lokomotif pengganti untuk melanjutkan perjalanan KA Pandalungan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat gangguan perjalanan ini. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan,” kata Cahyo. [ada/beq]






