Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ditunjuk menjadi tuan rumah Joint Working Group (JWG) Indonesia-Prancis XIII 2024. Program ini sebagai wujud kerjasama strategis bidang pendidikan.
“Forum ini mempertemukan para pejabat, pakar, lembaga pendidikan tinggi, dan aktor kunci terkait di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi antar-dua negara,” kata Rektor Unesa Prof Nurhasan, Senin (1/7/2024).
JWG ke-13 ini akan digelar di Graha Unesa pada 2-4 Juli 2024. Forum ini bertema ‘Fostering Indonesia-French Higher Education, Research, and Innovation Partnership for Advanced and Sustainable Future’.
Wakil Rektor IV Unesa Dr Martadi menyebut, ada signifikansi bagi kampus dalam forum ini, yakni sebagai penguatan kerjasama internasional serta ajang berbagi dan belajar best practice bidang pendidikan dua negara.
Karena itu, lanjut dia, JWG kali ini dikemas untuk mendorong aktivitas sharing tentang praktik baik pengelolaan pendidikan tinggi dan riset terkait tema strategi yang menjadi perhatian penting dua negara.
“Sekitar 30 perguruan tinggi Prancis akan hadir, dan sekitar 48 perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia juga hadir. Ada sekitar 350 pakar, praktisi, dan pemangku kepentingan bidang pendidikan Indonesia dan Prancis yang berkumpul, memperkuat koneksi, dan berbagi praktik baik kerja sama di Unesa,” bebernya.
Ia menjelaskan, JWG kali ini dikemas dalam sejumlah bentuk kegiatan. Hari pertama ada welcoming dinner peserta JWG bersama jajaran pemerintah Indonesia dan pemprov Jatim di Kantor Gubernur Jatim.
Hari kedua, opening ceremony di Graha Unesa Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya. Dilanjutkan sesi pleno, di mana para pejabat dan perwakilan dua negara menyampaikan berbagai hal seputar pendidikan dan alasan pentingnya penguatan kerjasama melalui JWG. “Selain sesi pleno, juga ada pameran pendidikan yang menampilkan sejumlah program dan inovasi unggulan dua negara,” jelas Martadi.
Kemdian, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi sesi paralel pertama tentang ‘Partnership in Higher Education’ di Auditorium Gedung Psikologi Unesa. Setelah itu, sesi paralel kedua yang fokus pada ‘Partnership in Research’.
Hari ketiga, ada workshop tematik yang terdiri dari beberapa sesi. Selanjutnya, terdapat pertemuan bilateral antara Indonesia dan Prancis. Lalu dilanjutkan sesi rapat tinggi membahas kemitraan pendidikan tinggi, Scientific Research Partnership, dan diskusi pelaksanaan JWG berikutnya. [ipl/kun]






