Turin (beritajatim.com) – Biasanya, pelatih baru akan diberi waktu untuk beradaptasi. Jadi, jika di laga-laga awal mendapat hasil kurang memuaskan, dia bisa “dimaafkan”. Tetapi, itu tidak berlaku bagi allenatore anyar Juventus Igor Tudor. Dia dituntut langsung tancap gas saat melawan Genoa CFC pada giornata ke-30 Serie A Minggu (30/3) dini hari.
“Ku harap aku punya kontrak 10 tahun. Tetapi, kenyataannya adalah tetap harus memberikan yang terbaik (apa pun statusnya, Red). Aku tidak akan mengungkit yang telah terjadi musim ini. Kami fokus untuk menyelesaikan musim dengan baik,” ujar Tudor dilansir Football Italia.
Tudor menggantikan Thiago Motta yang dipecat pekan lalu. Misi utama Juve bersama Tudor hanya menyisakan finis empat besar setelah gagal total di Coppa Italia, Supercoppa Italiana, dan Liga Champions.
Saat ini, Bianconeri ada di posisi 5 dengan 52 poin. Mereka hanya tertinggal 1 poin dari Bologna FC yang ada di tempat keempat.
Ini bukan kali pertama dia melatih tim Italia. Sebelumnya, ada Udinese 2017–2018 dan 2018–2019 serta SS Lazio musim lalu. Ironisnya, dia selalu jadi pelatih karteker. Sama seperti statusnya di Juve kali ini. Jika gagal membawa Juve finis empat besar, dia akan didepak.
Tetapi, pelatih 46 tahun tersebut punya rekor impresif pada laga pertama saat melatih Udinese dan Lazio. Dari tiga laga, dia nirkalah dengan 2 kemenangan dan 1 seri. Itu menjadi sinyal positif baginya jelang melawan Genoa Minggu dini hari. (dio/kun)
Perkiraan pemain:
Juventus (3-4-2-1): 29-Di Gregorio (g); 15-Kalulu, 4-Gatti, 12-Veiga; 22-Weah, 5-Locatelli (c), 19-Thuram, 37-Savona; 8-Koopmeiners, 10-Yildiz; 9-Vlahovic
Pelatih: Igor Tudor
Genoa CFC (4-2-3-1): 1-Leali (g); 20-Sabelli, 4-De Winter, 22-Vasquez, 33-Matturro; 47-Badelj (c), 32-Frendrup; 59-Zanoli, 17-Malinovskyi, 23-Miretti; 19-Pinamonti
Pelatih: Patrick Vieira






