Lamongan (beritajatim.com) – Di tengah gempuran berbagai tantangan dan ketatnya persaingan, mempertahankan eksistensi koperasi bukanlah perkara mudah. Bahkan saat pandemi Covid-19 menghantam berbagai sektor, koperasi dituntut untuk terus berinovasi demi tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Lamongan, berbagai terobosan pun dilakukan, mulai dari pembinaan rutin kepada paguyuban, upgrading kompetensi SDM, program peningkatan kapasitas koperasi dan UKM, hingga pemeriksaan kesehatan koperasi.
Terbukti, langkah strategis Diskopum Lamongan melalui program-program unggulan tersebut mampu meningkatkan tren positif jumlah koperasi di Lamongan.
“Tercatat pada tahun ini koperasi di Lamongan berjumlah 1.349, dengan rincian koperasi aktif sebanyak 1.103 atau 81,7 persen, dengan jumlah anggota sebanyak 113.580 orang,” ungkap Kepala Diskopum Lamongan Agus Suyanto, Rabu (27/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”koperasi”]
Agus menambahkan, pemeriksaan koperasi merupakan salah satu cara untuk mewujudkan koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh, dan berdaya saing sesuai jati diri koperasi.
Sehingga, kata Agus, selain dapat meningkatkan akuntabilitas, hal ini juga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggota dan masyarakat.
“Koperasi melakukan modernisasi, yang dulu cuma simpan pinjam sekarang lebih luas, ada koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi pemasaran hingga koperasi jasa. Tentunya keberagaman ini diperoleh dengan regulasi yang sudah diberikan oleh pemerintah,” terangnya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, di bawah kepemimpinan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, berbagai program untuk mendukung tumbuh kembangnya usaha mikro juga terus digerakkan.
“Mulai dari memunculkan bibit-bibit pengusaha di kalangan milenial melalui program Megpreneur (Megilan Preneur), kemudahan dalam memperoleh Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) bagi pelaku usaha mikro, hingga sertifikat halal bagi produk usaha mikro di Lamongan,” sebutnya.
Wajar, imbuh Agus, melalui keseriusan dalam melakukan pembinaan dan penguatan kepada 1.349 Koperasi dan 254.206 Usaha Mikro, hal ini mampu mengantarkan Bupati Yuhronur meraih penghargaan Kepala Daerah Kabupaten/Kota Pembina Koperasi Terbaik di Jatim.
Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Puncak peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-75 Tahun 2022 Provinsi Jatim dan pembukaan K-UKM Expo Ke-9 Tahun 2022 di Ballroom Lantai IV Grand City Kota Surabaya, Rabu (27/7/2022), bersama 4 kepala daerah lainnya di Jatim.
“Kami akan terus berkomitmen menggairahkan kembali koperasi dan UKM yang sempat lesu akibat dampak pandemi Covid-19. Terima kasih juga untuk seluruh masyarakat dan aparatur pemerintahan atas dukungannya dalam menumbuhkembangkan koperasi dan usaha mikro di Lamongan,” paparnya.[riq/kun]






