Surabaya (beritajatim.com) – Jumlah kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada Anak-anak di Indonesia melebihi negara Gambia dan Nigeria.
Berdasarkan data Kementertian Kesehatan (Kemenkes), kasus gagal ginjal akut ini tercatat hanya terjadi di 3 negara yaitu Indonesia, Gambia dan Nigeria. Pada kasus tersebut, terdapat 118 kematian kasus gagal ginjal akut di Indonesia.
Angka tersebut melebihi jumlah kasus di Gambia yang berjumlah 50 kematian dan Nigeria berjumlah 28 kematian. Kasus gagal ginjal akut ini tercatat hanya terjadi di 3 negara yaitu Indonesia, Gambia dan Nigeria.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Kapolri Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut kasus GGAPA.
“Pengusutan ini penting untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana di balik kasus tersebut. Permintaan disampaikan mengingat kejadian gangguan ginjal kronis ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak,” tutur Menko PMK dalam keterangan tertulis.
Lebih dari itu, dia juga mengungkapkan bahwa kasus GGPA sudah menimpa 208 anak, 118 meninggal dan kemungkinan masih akan bertambah.
Adapun penyebab dari kasus tersebut diduga kuat berasal dari cemaran zat Etilen Glikol (EG) dan Deitilen Glikol (DG) pada obat jenis sirup yang diketahui bahan baku obat tersebut semuanya masih import.
“Oleh sebab itu perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku, masuknya ke Indonesia hingga proses produksi obat-obat yang mengandung kedua zat berbahaya tersebut,” pungkas Muhadjir. (nap)






