Surabaya (beritajatim.com) – Tiga pilar dari Kecamatan Tambaksari melakukan penggerebekan (obrakan) di kawasan Bronggalan, Surabaya, Kamis (7/10). Kawasan ini kerap dijadikan sebagai tempat permainan judi burung dara atau merpati.
Berdasarkan informasi yang didapat, ada beberapa warga yang mengeluhkan atas kegiatan permainan judi itu. Judi burung dara dirasa meresahkan dan membuat keramaian.
Joko, salah satu warga sekitar, menjelaskan bahwa di tempat tersebut sering digunakan permainan judi burung dara.
“Di sini tiap hari ada, tetapi kalau ramai itu hari Sabtu dan Minggu,” ungkap dia.
Kapolsek Tambaksari Kompol Muhammad Akhyar membenarkan hal itu, banyak masyarakat yang melapor. Apalagi saat ini masih kondisi pandemi Covid-19.
“Kegiatan yang memicu keramaian berbahaya, itu harus ditertibkan. Apalagi kegiatannya berjudi,” kata Akhyar di lokasi.
Penggerebekan itu, kata dia, dilakukan karena para penjudi susah untuk diingatkan. Petugas Dari kepolisian sudah berulang kali memberikan teguran.
“Kami sudah kesekian kalinya melakukan peringatan, tetapi tak membuat mereka jera,” ujar dia.
Hari ini, pihaknya bersama jajaran kelurahan dan kecamatan melakukan pembakaran kandang-kandang burung tersebut sebagai efek jera.
“Ada beberapa kandang yang kami bakar agar mereka tak melakukan permainan judi kembali,” ujar dia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kriminal-surabaya”]
Apabila pembakaran yang dilakukan tetap membuat warga sekitar tetap melakukan permainan judi burung dara, maka pihaknya tak segan-segan membongkar semuanya dan melakukan pembakaran lagi.
“Hari ini kami lakukan upaya penyitaan burung dara sama bekuponnya kami bongkar dan bakar,” tegas dia.
Mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu mengimbau kepada masyarakat agar tidak bosan melaporkan apabila ada kegiatan yang meresahkan.
“Kami akan terus monitor, masyarakat harus melaporkan apabila ada kegiatan permainan burung dara itu,” tandas Akhyar. [ang/but]






