Surabaya (beritajatim.com) – Presien Joko Widoso (Jokowi) mengingatkan keberlanjutan pembangunan di Pemilu 2024 mendatang. Pernyataan itu disampaikan di hadapan 18 ribu pendekar yang hadir dalam acara Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa di lapangan Jala Krida Mandala, Bumimoro, Surabaya, Minggu (22/10/2023).
Dalam pidatonya, Jokowi meminta agar pendekar Pagar Nusa menjadi saringan pertama agar bangsa Indonesia tidak terpecah saat Pemilu 2024 mendatang. Menurutnya, kekuatan Pendekar Pagar Nusa bisa menyentuh dan mengedukasi lapisan bawah agar tetap satu walaupun beda pilihan politik.
“Kita jaga bersama-sama dan pastikan berjalan dengan baik. Kita pastikan keberlanjutan pembangunan yang pernah kita lakukan. Pemilu 2024 harus dipantau dan dijaga. Kita tolak fitnah, kita tolak hoaks, kita tolak saling merendahkan. Dan kita lawan upaya yang memecah belah bangsa. Kita ini boleh beda pilihan. Beda pilihan itu biasa. Tapi jangan sampai mengoyak persatuan,” kata Jokowi disambut tepuk tangan dari 18 ribu pendekar yang hadir.
Jokowi menegaskan, dalam pemilu 2024 mendatang, rakyat Indonesia harus bisa menolak segala bentuk upaya pemecah belah bangsa. Pemilu 2024 adalah ajang para kontestan untuk saling adu gagasan, inovasi, dan solusi untuk memajukan negeri. Apabila kontestasi Pemilu 2024 malah membuat pevah belah, sama saja menghina perjuangan para santri dan kyai yang dahulu berusaha menyatukan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah.
“Tolong nanti kalau ada yang saling fitnah di bawah, itu tugasnya Pagar Nusa untuk mendamaikan. Untuk menyejukan. Setuju?,” timpal Jokowi kepada para pendekar Pagar Nusa.
Sementara itu, dalam gelaran Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama H.M. Nabil Haroen sempat mengatakan bahwa Jokowi adalah presiden kedua RI yang peduli dengan Pagar Nusa.
Hal itu bisa dilihat dari Pakaian Jokowi yang memakai seragam kebesaran Pagar Nusa lengkap dengan logo lambang Pencak Silat Pagar Nusa di dada sebelah kanan. Lambang itu terdiri dari bola dunia yang didalamnya terdapat garis lintang, garis bujur, garis khatulistiwa serta trisula di tengahnya.
“Ini merupakan kebanggan dan kebahagiaan untuk kami. Presiden pertama yang hadir di acara Pagar Nusa menggunakan pakaian yang dipakai Pak Jokowi adalah, almarhum KH Abdurrahman Wahid. Semoga kedahdiran Pak Jokowi juga seperti Gus Dur, tetap harum namanya,” kata Gus Nabil dan disambut tepuk tangan meriah dari para pendekar.
BACA JUGA:
Jelang Pengumuman Cawapres Prabowo, Gibran Belum Mengundurkan Diri dari PDIP
Dalam agenda ini, selain Presiden Joko Widodo, juga hadir jajaran menteri. Di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Lalu juga hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala TNI Yudho Margono, beserta tiga kepala staf Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Juga hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain itu tampak Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf beserta juga jajaran juga hadir pada agenda Pengukuhan ini, beserta beberapa kiai sepuh, dewan Khos Pagar Nusa dan Majelis Pendekar. [ang/but]






