Magetan (beritajatim.com) – Angka pengangguran di Kabupaten Magetan masih tinggi di tahun 2024, mencapai 16.000 orang. Mayoritas pengangguran ini adalah generasi Z lulusan SMK.
Upaya Pemkab Magetan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk menekan angka pengangguran dengan menggelar Magetan Job Market Fair 2024 di GOR Ki Mageti belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Job Fair 2024 diikuti 52 perusahaan dengan 3.500 lowongan kerja, namun hanya sedikit pencari kerja yang diterima. Dari data 3 perusahaan, hanya 165 orang dari 240 pelamar yang diterima, setara pengurangan pengangguran 0,01% dari total 16 ribu orang.
Kepala Disnaker Magetan, Arief Ridwan, mengakui minimnya rekrutmen langsung di Job Fair. Dia menjelaskan bahwa perusahaan yang belum merekrut langsung akan memproses lamaran hingga dua bulan ke depan. ‘’Kami akan mengawal prosesnya dan berharap semua pelamar diterima bekerja,’’ kata Arief, Selasa (9/7/2024).
Pj Bupati Magetan, Hergunadi, mendorong pencari kerja untuk memanfaatkan peluang dan menekankan pentingnya kreativitas bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan formal.
Dia meyakini sektor informal seperti kuliner dan UMKM juga menjanjikan. ‘’Pemkab Magetan akan terus berupaya membuka lapangan pekerjaan di sektor formal dan informal,’’ kata Bupati Magetan.
Dengan tingginya angka pengangguran dan belum maksimalnya Job Fair, Pemkab Magetan dan para pencari kerja diharapkan dapat beradaptasi dan mencari solusi inovatif untuk mengatasinya. Kreativitas dan pemanfaatan peluang di berbagai sektor menjadi kunci untuk mengurangi pengangguran di Magetan. [fiq/suf]






