Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tentu memiliki caranya sendiri untuk memahami suatu hal, termasuk dalam belajar.
Ada yang melakukannya dengan membagi porsi waktu antara belajar dengan kegiatan lain, namun ada pula yang menjelaskan kepada orang lain mengenai apa yang telah ia baca sebelumnya.
Tak heran jika perbedaan cara belajar ini kemudian dikategorikan dalam beberapa jenis. Setidaknya ada beberapa metode belajar yang cukup efektif untuk dilakukan, di antaranya;
Faynman
Faynman merupakan metode mengulang. Di mana ia mencoba menerangkan kembali materi yang telah ia dapat pada orang lain. Biasanya dengan cara dicatat, kemudian seolah-olah sedang menjelaskannya pada anak kecil.
Hal ini tidak hanya dapat melatih ingatan dan pemahaman, namun juga memberikan melatih diri untuk belajar menjelaskan sesuatu kepada orang lain dengan cara yang baik dan mudah dipahami.
Pomodoro
Metode belajar Pomodoro lebih menekankan pada pembagian waktu. Di mana waktu belajar ditetapkan selama beberapa menit atau jam, kemudian diselingi dengan waktu istirahat.
Misalnya seseorang belajar selama 25 menit, kemudian istirahat sebentar 5 menit. Ini juga bisa berlangsung beberapa kali dalam setiap hari.
Spaced practice
Spaced practice juga merupakan metode belajar yang menekankan pembagian waktu. Hanya saja spaced prectice memfokuskan pada satu materi saja dalam sekali waktu.
Hal ini bisa digambarkan seperti mempelajari satu materi di satu jam atau hari khusus. Kemudian pada kesempatan berikutnya, mempelajari materi lain. Hal ini dianggap dapat melatih otak untuk mengingat sekaligus mengoneksikan ide.
Mind mapping
Metode belajar yang satu ini dilakukan dengan cara menuliskan ide atau tema materi, kemudian membuat cabang-cabang yang memuat sub topik. Jika perlu dipecah kembali menjadi lebih kecil.
Hal ini akan lebih memudahkan, daripada melihat narasi yang begitu panjang. Karena yang masuk dalam mind mapping adalah poin utama yang memang perlu dipelajari.
SQ3R
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) merupakan gabungan dari beberapa cara yang menjadi serangkaian metode.
Seperti singkatannya, cara belajar yang satu ini menekankan pada pengamatan mengenai topik apa yang benar-benar ingin dipelajari. Jadi tidak perlu membaca keseluruhan. Jika sudah mulai memahami barulah membuat pertanyaan tentang materi tersebut.
Tidak hanya sekadar dibaca, namun materi tersebut harusnya dihafal atau dipahami, kemudian barulah dapat diulas. (fyi/ian)






