Malang (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy melihat langsung kondisi korban kerusuhan Arema Vs Persebaya di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (2/10/2022) siang.
Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya, Muhadjir memastikan penanganan korban kerusuhan berjalan cukup baik.
“Kami sudah mengecek langsung bersama Bu Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kapolres dan Bupati Malang, penangananya sudah baik. Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan bela sungkawa, turut berduka cita. Kami prihatin, menyesalkan kejadian ditengah sepakbola yang baru saja kita gulirkan menuju yang lebih baik. Ini pelajaran bagi kita semua,” tegas Muhadjir.
Kata dia, seluruh korban akan ditangani secara tuntas. “Korban baik yang sakit maupun korban jiwa kita tangani dengan baik. Korban yang masih sakit kita tangani secara gratis, kemudian yang meninggal kita beri santunan. Ada santunan dari Pemprov dan Pemkab Malang,” tuturnya.
Muhadjir juga meminta bagi Pemkot maupun Pemkab yang penduduknya jadi korban dalam insiden kerusuhan di Kanjuruhan, agar di perhatikan dan diberi santunan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
“Saat ini kita lakukan tanggap bencana dulu secara tuntas, belum membahas soal insiden dulu yaa. Kita tangani dulu yang jadi korban. Sebab sebab dari kematian korban masih belum yaa, masih dikumpulkan ini. Karena fakta-fakta lapangan akan kita investigasi. Sementara kita fokus mereka yang jadi korban dulu,” ucapnya.
Muhadjir menambahkan, saat ini pemerintah melakukan tanggap insiden lebih dulu. Baru kemudian dilakukan rekonstruksi peristiwanya dengan melibatkan pihak berwajib. “Dari pihak berwajib nanti juga akan melakukan investigasi. Baru kemudian kita tentukan sikap sambil menunggu keputusan dan arahan Pak Presiden,” pungkas Muhadjir. [yog/but]






