Ngawi (beritajatim.com) – Seorang nenek bernama Sumirah (77), warga Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas di dasar jurang sungai pada Kamis (03/10/2024) sekitar pukul 14.15 WIB. Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari dan diduga terperosok ke jurang sedalam 15 meter.
Proses evakuasi jasad Sumirah memakan waktu hingga dua jam. Tim gabungan yang terdiri dari petugas dan relawan harus menuruni tebing terjal untuk mencapai lokasi penemuan di dasar jurang sungai yang curam. Kedalaman jurang mencapai 15 meter, dengan kondisi yang penuh bebatuan, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga dari desa sebelah yang tengah membuang sampah di seberang sungai. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk, menandakan korban telah tewas beberapa hari sebelumnya. Warga yang menemukan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar.
“Waktu buang sampah, baunya menyengat. Setelah dicek, ternyata itu jasad Sumirah yang sudah hilang selama empat hari,” ujar Erisalah, salah satu warga setempat.
Kapolsek Geneng, AKP Dandung Setiawan, menyampaikan bahwa Sumirah diduga terjatuh ke jurang saat hendak pergi ke rumah saudaranya di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi.
“Korban diduga terperosok ke jurang sungai yang curam dan penuh bebatuan. Setelah dievakuasi, jasad langsung dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kematian. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi guna menjalani otopsi lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya wilayah tebing curam di sekitar sungai, terutama bagi warga yang sering melintasi kawasan tersebut. [fiq/but]






