Pamekasan (beritajatim.com) – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan gencar melakukan giat donor darah dengan strategi jemput bola. Strategi ini diterapkan guna memenuhi kebutuhan stok darah di Pamekasan.
Kepala UDD PMI Pamekasan, dr. Achmad Safirullah, menyatakan pihaknya selalu berkomitmen dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga PMI intens melaksanakan giat donor darah dengan terjun langsung ke titik kantong darah di berbagai wilayah di Pamekasan.
Bahkan untuk mengantisipasi kelangkaan ataupun menjaga keamanan stok darah, pihak UDD PMI Pamekasan juga menggagas beberapa program. Salah satunya melalui program yang digalang Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela alias P2D2S.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kami sedang melakukan beberapa program terobosan untuk memastikan stok darah aman. Salah satunya melalui program yang digalang P2D2S, yakni SBDP (Sustainability Blood Donate Programe) dan P2B (Program Donor Darah Berkelanjutan),” kata Syafirullah, Senin (1/8/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”udd-pmi-pamekasan”]
Langkah tersebut dilakukan dengan menggandeng sejumlah mitra dari unsur lembaga berbeda. Mulai dari lembaga pemerintahan maupun swasta.
“Giat ini kita lakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ketersediaan stok darah di Pamekasan,” ungkapnya.
“Apalagi selama pandemi Covid-19 sejak dua tahun terakhir, kami harus bekerja ekstra keras untuk selalu menjaga kebutuhan stok darah. Di antaranya dengan menerapkan kebijakan pendonor pengganti yang menjadi langkah strategis mengantisipasi kekurangan stok darah,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sempat menggelar silaturrahmi dengan tajuk kopi darat bersama Koordinator Donor Darah di Pamekasan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan stok darah di unit setempat. “Pada saat itu, kami komitmen agar donor darah berkesinambungan dan berkelanjutan,” tegasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Tidak kalah penting, pihaknya juga sangat berharap dukungan dari semua pihak untuk bersama memastikan keamanan dan ketersediaan stok darah di Pamekasan. “Tentunya tidak mungkin kami bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari semua elemen masyarakat, sehingga hal itu sangat kami harapkan,” pintanya.
“Terlebih selama ini kebutuhan stok darah di Pamekasan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya sejumlah fasilitas kesehatan yang melayani rawat inap, tentunya hal itu juga membutihkan tranfusi yang relatif banyak,” pungkasnya.
Berdasar udpate ketersediaan stok darah di UDD PMI Pamekasan, meliputi sebanyak 40 kantong darah golongan A, sebanyak 80 kantong darah golongan B, sebanyak 50 kantong darah golongan O, serta sebanyak 5 kantong darah golongan AB. [pin/beq]






