Jember (beritajatim.com) – Tiga tim menjadi unggulan dalam turnamen sepak bola amputasi Piala Bupati Jember yang digelar pada 15-19 Maret 2023 di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hal ini diprediksi pelatih Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) Rixhie Saputra. Selain Persaid, ia memperkirakan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Madura (Persam) bakal berbicara banyak.
“Tiga tim ini selalu mendominasi dalam event-event sepak bola amputasi. Namun Persaid selalu yakin memenangi pertandingan apapun resikonya. Yang penting kami sudah berlatih dan yakin bakal bisa menjuarai Piala Bupati ini,” kata Rixhie.
Namun langkah mereka bakal tak mudah, karena Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama), dan Pasuruan Amputee Football Club (PAFC) siap mengganjal.
Tanda-tanda persaingan tiga tim unggulan sudah terlihat pada hari pertama dan kedua. Dalam pertandingan perdana, Rabu (15/3/2023), Persaid berhasil menggelontor Persawangi 11-0 dan Persam menang WO 3-0 atas Pasuruan.
Sementara dalam pertandingan hari kedua, Kamis (16/3/2023), giliran Persas yang mengalahkan Persawangi 4-1. Persama Malang menghajar Pasuruan 4-0 dalam pertandingan kedua.
Rixhie mengakui sistem setengah kompetisi dalam jangka waktu hanya lima hari membuat pemulihan kondisi pemain tak maksimal. “Setelah pertandingan kami lakukan recovery dengan es batu. Teman-teman pemain juga diminta istirahat cukup, karena tidak ada jeda. Jadwal cukup rapat. Kami siasati dengan pemain cadangan,” katanya.
Pergantian pemain selama pertandingan akan jadi kunci. “Pergantian pemain di sini bebas. Pemain yang sudah keluar boleh masuk lagi ke dalam pertandingan. Kami punya tujuh pemain cadangan yang bisa dimainkan,” kata Rixhie.
Bagaimana dengan kualitas rumput Stadion Notohadinegoro? “Kalau kualitas rumput sebenarnya kurang memenuhi standar. Kondisi rumput masih tinggi. Kalau nyantol ke tongkat, mereka akan terjatuh. Selain benturan, masalah rumput jadi perhatian kami. Alhamdulillah kemarin rumput sudah dipangkas sehingga tak terlalu tinggi lagi. Kontur lapangan juga tidak rata,” kata Rixhie. [wir/kun]






