Jember (beritajatim.com) – Tiim sepak bola amputasi Indonesia berharap bisa bangkit dalam pertandingan terakhir Grup C turnamen Piala Dunia Sepak Bola Amputasi, di Turki, Senin (3/10/2022). Indonesia dikalahkan Argentina dan Inggris masing-masing 0-3 dalam dua pertandingan awal.
Dalam pertandingan terakhir, Indonesia akan menghadapi Amerika Serikat. Tim Paman Sam ini jelas bukan lawan mudah, karena dalam dua pertandingan sebelumnya berhasil meraih tiga poin setelah mengalahkan Inggris 1-0 dan kalah 1-3 melawan Argentina dalam pertandingan kedua.
Kalah 0-3 dari Argentina pada pertandingan perdana, Sabtu (1/10/2022), pelatih Indonesia Bayu Guntoro mengakui jika tim lawan bermain baik. “Argentina bisa memanfaatkan kelemahan-kelemahan tim kami. Mereka bisa memenangi setiap duel satu lawan satu maupun dua lawan dua. Mereka juga bisa memanfaatkan bola-bola set piece,” katanya.
Rixhi Saputra, Direktur Teknik Tim Sepak Bola Indonesia mengatakan, para pemain sudah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik. “Kekuatan Argetina adalah konsistensi dan koordinasi antarlini yang cukup bagus. Pemain belakang kami lumayan keteteran juga,” katanya.
Dari segi teknis permainan, menurut pria asli Jember ini, tim Indonesia dan Argentina tidak berbeda jauh. “Hanya bicara soal pengalaman. Sangat terlihat sekali, pemain drop karena grogi. Apalagi sudah terjadi gol pertama yang makin membuat mental pemain drop,” kata Rixhi.
“Rasa nervous semakin besar, terlihat dari aliran bolanya. Terjadi salah umpan, bola tidak sampai ke tujuan, dan beberapa pemain juga hilang fokus. Alhamdulillah penjaga gawang (Junaidi Abdillah) tampil cukup baik,” kata Rixhi, berharap pemain bisa menghilangkan rasa grogi.
Menurut Bayu, anak-anak asuhnya bisa belajar dari kekalahan itu. Salah satunya konsentrasi. “Kami harus lebih berfokus lagi, melihat arah bola, dan membaca permainan. Kami melihat ada beberapa celah tim nasional Indonesia. Salah satunya organisasi permainan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”timnas”]
Organisasi permainan ini yang kemudian diperbaiki saat melawan Inggris dalam pertandingan kedua. Namun hasil akhir tidak berpihak untuk Indonesia. “Kami bermain baik semua lancar. Kami sudah mencoba dengan strategi yang kami miliki. Cuma Inggris bisa memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang kami buat,” kata Bayu.
Bayu menyebut tiga gol Inggris dikarenakan kesalahan pemain Indonesia sendiri. “Tiga gol yang terjadi bukan karena kehebatan lawan,” katanya.
Bayu memuji penampilan anak-anak asuhnya kendati kalah. “Pemain sudah berjuang baik. Kami sudah mempelajari kesalahan-kesalahan kami untuk melawan Amerika,” katanya. [wir/but]






