Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Carnaval, sebuah karnaval fashion jalanan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bakal kedatangan puluhan tamu dari Jepang tahun ini. Mereka tak hanya berpartisipasi dalam karnaval, namun melakukan kegiatan sosial.
Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan, tamu itu berjumlah kurang lebih 30 orang. “Ini spesial banget, karena mereka bukan hanya wisatawan tapi ada banyak kegiatan yang mereka lakukan,” katanya, Rabu (12/7/2023).
Mereka datang dan berkegiatan secara mandiri di Jember. “Ada tiga kelompok. Pertama, kelompok dancer profesional Kadokawa Dreams yang memenangi kompetisi liga dance Jepang baru-baru ini. Mereka akan tampil di acara JFC. Kemungkinan di Grand Carnival dan Art Wear,’ kata Setiawan.
Tamu yang lain berasal dari Maru Foundation, sebuah organisasi sosial di Jepang dengan misi perdamaian dunia melalui pemberian bantuan sarana prasarana sekolah. “Nanti akan ada pilot project donasi untuk tiga sekolah, taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama,” kata Setiawan.
Tiga sekolah itu masing-masing akan mendapatkan bantuan senilai Rp 70 juta. “Kami sudah survei sekolah yang akan mendapat donasi untuk perbaikan fasilitas,’ kata Setiawan.
Kelompok lainnya adalah seniman yang juga pengusaha di Jepang. “Ada desainer ternama Erika San yang punya 40 outlet di Jepang. Suaminya pengusaha salon. Di Jakarta ada empat kantor cabangnya. Lalu ada pengusaha juga, mulai dari pencipta lagu dan pelaku dunia entertaintment serta pelukis,” kata Setiawan.
Mereka tidak hanya akan menyaksikan JFC. “Mereka akan berkolaborasi yang akan kami tempatkan di beberapa sequence. Ada yang kami taruh di Kids Carnival, Art Wear, dan Grand Carnival,” kata Setiawan.
Erika akan memberikan pelatihan untuk pelaku batik tradisional. “Dia minta agar kedatangannya ke sini menjadi kesempatan untuk pelaku desain tradisional berbagi pengetahuan untuk mengembangkan sebuah kegiatan fashion. Ini memang kehendak dia,” kata Setiawan.
JFC tahun ini adalah karnaval tahunan ke-21 setelah sempat terhenti pada 2020 karena pandemi Covid. Dengan tema besar Timelapse: Journey of The Earth, JFC menampilkan defile busana yang bercerita tentang perjalanan bumi sejak awal penciptaan hingga hari ini. Setiap defile disebut dengan Chapter atau Bab, seperti ingin menunjukkan babakan demi babakan.
Rencananya, pada 4 Agustus 2023, akan ada tiga karnaval yakni Pet Carnival (karnaval hewan piaraan), WACI (Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia), dan Art Wear. Pada 5 Agustus digelar Kids Carnival dan Grand Carnival. Sementara pada 6 Agustus dilaksanakan acara lanjutan expo dan puncak penutupan event. “Ada perform stage di alun-alun,” kata Setiawan. [wir]






