Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Carnaval 2025 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki skala kolaborasi lebih luas dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, khususnya dengan komunitas.
Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan, saat ini JFC menitikberatkan pesan soal kepedulian terhadap bumi dan lingkungan lebih massif. “Green Division kami dirikan tahun ini sebagai bagian dari perjalanan JFC untuk kepeloporan Green Carnival,” katanya, dalam konferensi pers di alun-alun Jember Nusantara, Jumat (8/8/2025) malam.
Menurut Setiawan, Green Carnival akan menjadi pelopor karnaval yang peduli terhadap lingkungan hidup. “Bisa dilhat, di semua konten penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval akan banyak ditemui pesan-pesan kepedulian lingkungan dan bumi. Kami berkplaborasi dengan seluruh komponen, komunitas, dan pemerintah daerah,” katanya.
Perjalanan JFC, menurut Setiawan, melalui dua metode. “Satu adalah metode di mana kami semua merencanaklan tentang apa yang akan dilakukan saat ini dan ke depan dari sisi kami sebagai tim, komunirasm dan relawan keseluruhan,” katanya.
Kedua, adalah apa yang direncanakan oleh Tuhan. “Kami mengalir melalui dua hal ini,” kata Setiawan.
Sementara itu, pergelaraan Grand Carnival Jember Fashion Carnaval sepanjang 3,6 kilometer dari depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember di Jalan Sudarman hingga kawasan GOR Kaliwates, Minggu (10/8/2025), membawa tema Evoluxion: Dream, Evolve, Trimpuh.
Sepuluh defile kuat menampilkan pesan untuk kembali merawat bumi, manusia, dan peradaban, mulai dari Anatomy, Botannica, Allograph, Nile Enigma, Great Wall of China, Nias, Pinisi, Origami, Aerospace, dan Symphonia.
Bupati Muhammad Fawait memuji capaian JFC selama lebih dari dua dekade. Dia berkomitmen untuk mendukung JFC untuk lebih berkembang pada tahun berikutnya. Apalagi, katanya, bulan ini Bandara Notohadinegoro kembali beroperasi untuk penerbangan komersial. [wir/beq]






