Jember (beritajatim.com) – Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jalan Sudarman, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam, mengambil tema Timelapse: Journey of The Earth dan menyebut setiap defile busana dengan ‘chapter’ (babak). Chapter 6 berjudul World War yang meggambarkan perang dunia yang meluluhlantakkan negara-negara.
“Seiring kejayaan masa invention, sifat serakah manusia timbul. Kemajuan dalam berbagai bidang, memunculkan rasa ingin menguasai satu sama lain. Menganggap bangsanya lebih tinggi dibandingkan
bangsa lainnya,” kata Presiden JFC Budi Setiawan, dalam siaran persnya.
“Mungkin penguasa dunia saat itu tidak tahu, bahwasannya ‘siapa yang menabur angin, akan menuai badai’. Akhirnya, badai pun terjadi. Hujan senjata dan lautan darah, turun hampir merata di permukaan bumi kala itu,” kata Setiawan.
JFC ingin mengingatkan, akibat perang dunia, puluhan juta nyawa tak bersalah melayang, jutaan bangunan dihancurkan, aliansi kepentingan didirikan. “Tak heran, tragedi ini adalah penggambaran masa paling suram dalam perjalanan bumi,” kata Setiawan.
JFC sudah terselenggara 21 kali sejak 2003. Karnaval fesyen yang menjadikan jalan raya sepanjang 3,6 kilometer sebagai catwalk atau runway ini terdiri atas 10 defile. “Masing-masing defile berurutan sesuai penggambaran zaman, dimulai dari pembentukan alam semesta, ditemukannya manusia, hingga gambaran masa depan bumi,” kata Setiawan.
Menurut Setiawan, timelapse adalah teknik fotografi yang merekam serangkaian foto atau video dalam rentang waktu tertentu dengan interval waktu yang lebih lama dari biasanya. “Ketika foto-foto atau video tersebut diputar dengan kecepatan normal atau lebih cepat, pergerakan yang lambat atau perubahan yang terjadi seiring waktu akan tampak berlangsung dengan cepat,” katanya.
Kosakata ini kemudian digunakan JFC untuk menggambarkan perjalanan bumi dari masa lampau, kini, dan mendatang. “Dalam perjalanan yang tak terhingga ini, kita menyaksikan perubahan dan pergerakan yang luar biasa. JFC membawanya ke dalam pertunjukan yang menakjubkan, yang membawa kita melintasi waktu dan ruang,” kata Setiawan. [wir]






