Jember (beritajatim.com) – Banjir yang terjadi beberapa kali di sejumlah lokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak awal bulan ini membuat Palang Merah Indonesia (PMI) menyiagakan personel setiap hari di markas.
“Jika ada kejadian mereka akan langsung meluncur ke lokasi seperti saat banjir Perumahan Bumi Mangli atau yang banjir luapan sungai Jompo Senin sore kemarin,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember Zaenal Marzuki, Selasa (18/1/2022).
Tim relawan PMI dipimpin Rupiyanto, kepala markas, bergerak cepat mendatangi lokasi banjir di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Luapan air Sungai Jompo mengakibatkan delapan rumah warga tergenang air sungai. Namun tidak ada kerusakan perabotan.
“Setelah surut langsung dibersihkan rumah-rumah yang tergenang air. Tim relawan PMI bersama warga dan relawan lainnya ikut serta,” kata Rupiyanto.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-jember”]
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat ada puluhan rumah yang terendam banjir, Senin (17/1/2022) malam.
Ada 36 rumah di Kecamatan Kaliwates dan sembilan rumah di Kecamatan Patrang yang kemasukan air dari Sungai Jompo. Selain itu jembatan penghubung antardesa di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, juga terputus.
Banjir diawali dengan hujan deras pada pukul empat sore. “Pukul lima sore, air di sungai Perkebunan Kalijompo mulai membesar dan pukul enam sore air mulai masuk kerumah warga bervariasi dari ketinggian 10-70 centimeter,” kata Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo. [wir/but]






