Lamongan (beritajatim.com) – Setelah jembatan penghubung antara Dusun Seren Desa Jatipandak dan Dusun Kandangan Desa Candisari Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan ambruk dan hanyut diterjang banjir. Kini warga dan Muspika setempat bergotong royong membangun jembatan darurat.
Diketahui, jembatan darurat itu dibangun agar bisa dilalui oleh warga yang sempat terganggu aktivitasnya dan terpaksa harus memutar sejauh 8 kilometer untuk menuju ke dusun lainnya.
“Jembatan ini adalah jembatan lama yang sudah dibangun sejak 2015 lalu, namun akhir-akhir ini mulai rusak karena diterjang derasnya air sungai. Puncaknya pada Senin malam kemarin yang membuat jembatan ambruk,” ujar Kepala Dusun Seren, Sokip saat dikonfirmasi, Rabu (1/12/2021).
Sementara itu, Camat Sambeng Eko Tri Prasetyo menyampaikan, sebelumnya pilar-pilar jembatan sempat retak dan hampir putus. Lalu diperparah derasnya hujan yang melanda kawasan tersebut, hingga mengakibatkan luapan sungai yang arusnya sangat deras dan membawa material dari hulu menerjang jembatan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jembatan-ambruk”]
“Awalnya terjadi penurunan pada pondasi jembatan di awal November lalu. Lalu derasnya arus sungai yang membawa material banjir menerjang jembatan, hingga mengakibatkan ambruk,” jelas Eko.
Oleh sebab itu, warga dan Muspika setempat bergotong royong membuat jembatan darurat dengan memanfaatkan pondasi jembatan pengganti yang masih dalam proses pembangunan. Alhasil, jembatan darurat itupun saat ini sudah terpasang dan bisa dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.
“Terima kasih pada semua pihak atas bantuan berupa material dan tenaga dalam pembangunan jembatan darurat sebagai jalan alternatif. Alhamdulillah warga bisa memanfaatkan untuk sekolah dan menunjang aktifitas perekonomian,” pungkasnya.[riq/kun]






