Lumajang (beritajatim.com) – Hujan abu vulkanis Semeru masih terasa di Jalan Raya Gladak Perak atau Jembatan Besuk Koboan, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021) pagi ini.
Pantauan beritajatim.com di Jembatan Gladak Perak, Lumajang, putus total. Jembatan ini sudah tidak bisa dilalui kendaraan apapun. Petugas TNI dan Kepolisian memperingatkan agar warga, tidak mendekat dan melihat dari pinggir jembatan. Dikhawatirkan, terjadi longsor.
Sementara itu, kondisi bawah jembatan Gladak Perak tempat lahar Semeru mengalir, nyaris menerjang seluruh sisi kanan dan kiri bukit. Rangka jembatan pun hanyut diterjang banjir lahar dingin muntahan erupsi Semeru.
Menurut Nurhasanah, pemilik rumah makan yang ada disisi kanan jembatan, saat erupsi Semeru ia ada di dalam rumah makan miliknya.
“Saya bersama saudara ada di warung. Hujan abu cukup deras. Saya lari ke atas. Saat itu di warung ada 8 orang. Kita lari semua menyelamatkan diri,” ungkap Nurhasanah.
Seluruh isi warung rusak terimbun abu vulkanis cukup tebal. Nurhasanah menerangkan, seluruh barang milik warung tidak bisa digunakan usaha lagi. (yog/ted)






