Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah bahan pokok dan sayuran di Pasar Tanjung Anyar Mojokerto mengalami kenaikan.
- Kenaikan dipicu meningkatnya permintaan menjelang tiga hari besar keagamaan Mei 2026.
- Harga sawi melonjak dari Rp10 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram.
- Pedagang makanan memilih mengurangi porsi dibanding menaikkan harga jual.
Mojokerto (beritajatim.com) – Harga sejumlah bahan pokok dan sayur mayur di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, mengalami kenaikan menjelang sejumlah hari besar keagamaan pada Mei 2026. Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai, bawang merah, hingga berbagai jenis sayuran.
Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang tiga perayaan besar keagamaan, yakni Kenaikan Yesus Kristus pada 14 Mei, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada 27 Mei, serta Hari Raya Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Tanjung Anyar, Midha (49), mengatakan harga bahan pangan cenderung tidak stabil dan berubah hampir setiap hari.
“Harga cabai kemarin sampai Rp70 ribu per kilogram, harga cabai tiap hari naik turun. Kenaikan yang cukup tinggi terjadi pada sayur sawi, hari ini mencapai Rp22 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp10 ribu. Saat ini stok sawi kosong, hanya menyediakan permintaan,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).
Selain sawi, harga brokoli juga mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai besar kini dijual Rp50 ribu per kilogram. Harga bawang merah naik menjadi Rp40 ribu dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau naik dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Midha menyebut harga kentang dan wortel masih relatif stabil.
“Harga kentang dan wortel masih stabil, harga kentang Rp15 ribu per kg dan wortel Rp12.500 per kg,” katanya.
Kenaikan harga bahan pokok tersebut juga mulai dirasakan pelaku usaha makanan di Kota Mojokerto.
Salah satu pembeli di Pasar Tanjung Anyar yang sehari-hari berjualan soto, Eno (53), mengaku harus menyiasati kenaikan harga bahan baku agar tetap bisa bersaing tanpa menaikkan harga jual makanan.
“Beberapa item barang sudah naik. Kami penjual makanan tidak mungkin menaikkan harga karena persaingan ketat, jadi hanya mengurangi porsi. Meski porsi dikurangi, kualitas rasa tetap dipertahankan. Bumbu tetap, tidak mengurangi kualitas rasa,” tambahnya.
Pedagang berharap harga bahan pokok dan sayuran tidak terus mengalami lonjakan menjelang Iduladha dan perayaan keagamaan lainnya agar daya beli masyarakat tetap terjaga. [tin/beq]






