Tuban (beritajatim.com) – Jelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky kumpulkan semua Kepala Sekolah (Kepsek) dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Tuban. Sabtu (24/05/2025).
Mas Lindra sapaan Bupati Tuban mengatakan, bahwa pelaksanaan SPMB atau proses penerimaan murid baru harus dilakukan secara adil tanpa pungutan biaya sepeserpun. “SPMB ini wajib gratis, tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apapun,” ujar Mas Lindra.
Pihaknya bersama Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Joko Sarwono dan Kepala Dinas Pendidikan Tuban Abdul Rakhmat akan selalu memastikan pagu atau kuota pendaftaran peserta didik baru bisa menampung seluruh anak usia sekolah. “Jangan sampai ada yang tertinggal hanya karena tidak ada tempat,” tegasnya.
Termasuk soal anak tidak sekolah. Mas Lindra meminta semua pihak berperan aktif dalam menekan angka anak putus sekolah (DO) dan lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan (LTM). “Kita harus tekan angka anak putus sekolah dan pastikan anak-anak yang lulus bisa melanjutkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” ungkap Mas Lindra.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Mas Bupati. “Dari hasil analisis jumlah lulusan dan daya tampung sekolah. Untuk jenjang SD, jumlah lulusan TK/RA mencapai 16.131 anak, sementara daya tampung SD/MI sebesar 23.496 anak,” kata Abdul Rakhmat.
Lalu, pada jenjang SMP, lulusan SD/MI tercatat 15.960 anak, dengan daya tampung SMP/MTs sebanyak 18.714 anak. Sedangkan, lulusan SMP/MTs berjumlah 15.072 anak, sedangkan daya tampung SMA/SMK/MA sebanyak 15.144 anak.
“Untuk upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), kami lakukan pendataan dan verifikasi data, ini langkah awal kita untuk memastikan kita memiliki data yang akurat dan bisa menyusun strategi intervensi,” pungkasnya. [dya/kun]






