Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus dan simpatisan DPD Partai Golkar Jatim menggelar doa bersama untuk mendukung secara moril kepada Sahat Tua Simanjuntak (eks Sekretaris Golkar Jatim) menjelang putusan vonis di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Selasa (26/9/2023) besok.
Acara doa bersama ini diinisiasi oleh Wakil Sekretaris Golkar Jatim, Aan Ainurofik di Gedung Golkar Jatim, Senin (25/9/2023).
Mantan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak segera mendapatkan keputusan majelis hakim terkait kasus korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) di Madura.
Doa bersama yang diikuti sekitar 25 orang tersebut merupakan bentuk dukungan spiritual kepada Sahat agar mendapat pintu maaf dari Tuhan Yang Maha Esa atas kekhilafan.
Doa secara Islam dipimpin Ustaz Haris Nukman. Sedangkan, doa non muslim dipimpin salah satu kader Erick Reginal Tahalele. Hadir dalam kesempatan itu Plt Sekretaris Golkar Jatim M. Syaifullah, Wasek bidang kaderisasi Aan Ainur Rofik, Resatini, Amin Istighfarin dan beberapa staf sekretariat DPD Golkar Jatim
“Ini bukan bentuk intervensi atas apa yang akan terjadi pada putusan sidang terhadap nasib Sahat. Tetapi, sebagai bentuk dukungan moril dan memohon kepada Sang Pencipta agar dimudahkan dan dilancarkan, sehingga mendapat putusan yang adil,” ujar Aan.
Selain itu, lanjut dia dengan adanya doa bersama sesama pengurus dan kader Golkar yang selama ini sangat kenal dengan apa yang dilakukan Sahat sepanjang menjadi pengurus Golkar dan anggota DPRD Jatim.
“Kami berdoa semoga tidak ada intervensi dari pihak manapun terhadap putusan hakim kepada Sahat nantinya. Sebaliknya, keputusan hakim nanti justru memberikan hasil yang lebih ringan daripada tuntutan jaksa,” tambahnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Jaksa KPK Arif Suharmanto di ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) membacakan tuntutan penjara 12 tahun kepada Sahat. Dia dijerat dengan pasal 12 a juncto pasal 18 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Atas tuntutan itulah, doa bersama digelar yang dipimpin oleh dua tokoh agama. Untuk doa dengan cara agama Islam dipimpin oleh Ustaz Haris Nukman dan doa dengan cara beragama Kristen dipimpin oleh Pdt Erick Reginal Tahalele.
Menurut Ustaz Haris, support secara batin ini memang tidak terlepas atas sikap Sahat yang ditunjukkannya sehari-hari. “Beliau (Sahat Simanjuntak) memiliki jiwa sosial yang luar biasa tinggi. Banyak amal yang sudah diperbuat kepada masyarakat sekitar. Sikapnya yang baik selama ini tentu bisa menjadi pertimbangan. Doa ini diharapkan bisa menembus hati hakim dengan membuat keputusan seadil-adilnya dan seringan-ringannya bagi Sahat,” katanya. (tok/kun)
BACA JUGA: Sahat : Ditahan di Lapas Seperti Sebuah Kematian






