Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 tahapan pungut hitung pada tanggal 14 Februari, sebanyak 450 personel dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gelar apel siaga. Bertempat di Lapangan Panahan Jalan Menur Ponorogo, personel penyelenggara pemilu tersebut juga melakukan konsolidasi, guna menyukseskan Pemilu 2024.
Ketua Bawaslu Ponorogo Bahrun Mustofa mengungkapkan bahwa sudah menjadi kesepakatan dari teman-teman Bawaslu mulai dari panitia pengawas kecamatan (Panwascam), Panitia Pengawas Kelurahan atau Desa (PKD), dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).
“Sebagai persiapan untuk mengawali tahapan pungut hitung, kita melihat kesiapan dari personel hingga tingkat bawah, yakni PTPS dan PKD. Sebab, tahapan itu harus selesai di tingkat tersebut,” ungkap Bahrun, Kamis (8/2/2024).
Apel siaga Pengawas Pemilu ini, kata Bahrun, juga merupakan intruksi dari Bawaslu Jatim. Dalam apel tersebut, diharapkan para personel benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebagai penyelenggara, harus bekerja profesional dan bersifat netral.
Mencermati proses pungut hitung, dan segera melaporkan jika terjadi pelanggaran. “Kegiatan ini juga dilaksanakan karena ada intruksi dari pimpinan Bawaslu Jatim,” katanya.
Bahrun menambahkan bahwa jelang masa tenang, pihaknya sudah menyurati parta politik (parpol) di Ponorogo untuk segera memunguti sendiri alat peraga kampanye (APK). Jika saat masa tenang atau pada tanggal 11 Februari 2024, masih ada APK yang terpasang, maka personel Bawaslu Ponorogo yang akan menurunkannya.
“Atensi juga kita sampaikan ke parpol, nanti tanggal 10 Februari 2024 malam, dihimbau untuk menurunkan segala bentuk APK-nya. Setelah itu, jika masih ada APK yang terpasang di publik, bakal ditertibkan oleh Bawaslu,” pungkasnya. [end/suf]






