Blitar (beritajatim.com) – Jelang hari Natal dan Tahun Baru 2023 harga sejumlah komoditas pangan terus merangkak naik. Kebutuhan pokok seperti telur dan daging ayam bahkan telah menembus harga tertinggi sejak beberapa bulan terakhir yakni di atas Rp 30 ribu per kilogram.
Kondisi itu pun membuat masyarakat Kota Blitar mengeluh. Menurut warga mahalnya harga kebutuhan pokok tersebut akan membuat biaya konsumsinya membengkak.
Melihat situasi itu, Pemerintah Kota Blitar mulai menyusun sejumlah strategi untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar berencana mengajukan pelaksanaan operasi pasar ke Bulog. Tujuannya, untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Nataru (natal dan tahun baru).
“Untuk operasi pasar, kami akan mengajukan ke Bulog. Namun kami masih melihat perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar,” kata Hakim Sisworo, Kepala Disperindag Kota Blitar, Minggu (18/12/2022).
Sejauh ini Disperindag Kota Blitar telah mengajukan permohonan untuk kegiatan operasi pasar murah. Nantinya ada sejumlah komoditas pangan yang diajukan untuk dijual murah dalam operasi pasar tersebut. Komoditas pangan tersebut di antaranya, telur, beras, minyak, serta cabai.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-naik”]
Harga di operasi pasar murah nanti juga dipastikan berada. Yakni di bawah pasaran. Disperindag Kota Blitar berharap agar pengajuan tersebut segera disetujui dan operasi pasar bisa digelar, maksimal Minggu depan. “Kami sudah kirim surat ke Bulog, targetnya Minggu depan operasi pasar mulai berjalan,” imbuhnya.
Selain telur, Pemkot Blitar kini tengah memperhatikan harga dan pendistribusian minyak goreng. Hal itu terjadi karena pendistribusian minyak goreng di Kota Blitar jelang Nataru mengalami keterlambatan. Menurut Hakim, saat ini pendistribusian minyak goreng dari distributor ke agen masih mengalami permasalahan.
Sehingga ketersediaan minyak goreng di tingkat pedagang Kota Blitar menipis. “Kalau kami minyak goreng yang jadi perhatian, karena permintaan dari agen ke distributor agak lambat, tapi stok di pasaran masih ada. Tidak sampai langka,” jelas Hakim.
Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Kasan juga mengakui adanya permasalahan di sistem distribusi. Menurut Kasan distribusi minyak ke pedagang memang jadi catatan khusus. Seperti yang terjadi di lapangan bahwa saat ini distribusi minyak goreng justru lancar, namun disisi lain pasokan minyak curah malah tersendat.
Hal itu menjadi bahan dan catatan khusus Kemendag jelang hari raya Natal dan tahun baru 2023. “Itu salah satu penyebab, kenapa harga minyak goreng curah sedikit ada kenaikan. Karena demand-nya tidak berubah tapi pasokan berkurang,” kata Kasan.
Sementara itu untuk telur ayam Kemendag menjamin bahwa ketersediaannya mencukupi untuk hari raya Natal dan tahun baru 2023. Kemendag juga memperkirakan harga telur akan berangsur turun usai tahun baru 2023. Hal itu disebabkan karena berkurangnya permintaan pasar, serta di bulan Januari merupakan puncak panen telur dari peternak.
“Kalau telur ayam kami jamin aman untuk hari raya Natal, untuk harga kami perkirakan turun pada Januari awal. Karena itu puncak panen,” pungkasnya. [owi/suf]







