Ponorogo (beritajatim.com) – Kebutuhan akan daging sapi meningkat jelang lebaran Idulfitri tahun ini. Meski ada peningkatan, harganya pun sudah relatif stabil, yakni di kisaran harga Rp 120 ribu per kilogramnya.
Seperti pantauan wartawan beritajatim.com di Pasar Legi Ponorogo. Salah satu pedagang daging sapi, Dani Fardianto mengaku bahwa selama Ramadan inj harga daging sapi di Pasar Legi ini cukup stabil. Meski menurutnya, permintaan konsumen menjelang hari-hari lebaran naik 100 persen.
“Akhir-akhir ini cukup banyak konsumennya, bisa dibilang naik 100 persen,” kata Dani sapaan akrab Dani Fardianto, Rabu (27/4/2022).

Hari-hari biasa, sebelum bulan Ramadan, Dani hanya mampu menjual daging sapi sebanyak 10 kilogram. Namun, kini Ia mengaku bisa menghabiskan daging sapi segar sebanyak 20 kilogram.
“Meski harga naik, tidak meroket jauh. Paling masih di kisaran Rp 120 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Harga daging sapi yang selama Ramadan ini relatif stabil, berbanding terbalik dengan harga daging ayam. Sri Pujiati, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Legi mengungkapkan bahwa sejak awal bulan Ramadan sudah mengalami kenaikan. Meski diakuinya, kenaikannya tidak drastis namun secara perlahan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-pangan”]
“Awal-awal bulan Ramadan dulu harganya Rp 30 ribu, kini harganya menjadi Rp 37 per kilogramnya,” kata Sri Pujiati.
Harga tersebut, menurut Pujiati berpotensi masih bisa naik lagi. Sebab, jelang lebaran ini, permintaan akan daging ayam otomatis meningkat. Alhasil, secara hukum ekonomi harganya bisa naik.
“Mungkin bisa naik hingga diharga Rp 40 ribu per kilogram. Iti yang terjadi pada menjelang lebaran tahun lalu,” pungkasnya. [end/but]






