Tulungagung (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, jasa permak pakaian di sepanjang Jalan Adi Sucipto, Tulungagung, mengalami lonjakan pesanan. Banyak masyarakat memanfaatkan layanan ini untuk mengecilkan, membesarkan, atau memotong pakaian agar lebih pas dikenakan saat lebaran.
Tingginya permintaan ini membuat pendapatan para tukang permak meningkat antara 50 hingga 100 persen dibandingkan hari biasa. Fenomena ini hampir selalu terjadi setiap tahun saat mendekati Lebaran, ketika masyarakat ingin tampil lebih rapi dan percaya diri dengan pakaian yang nyaman.
Orderan Meningkat Sepekan Jelang Lebaran
Salah seorang tukang permak, Kuncoro, mengungkapkan bahwa lonjakan pesanan baru terasa dalam sepekan terakhir. Padahal, biasanya sejak awal Ramadan orderan sudah mulai berdatangan.
“Dibanding tahun lalu, tahun ini relatif menurun. Biasanya sejak awal Ramadan sudah ramai, ini baru ramai jelang lebaran,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Menurutnya, jika pada hari biasa ia hanya menangani sekitar 15 orderan, kini jumlahnya meningkat menjadi 25 pesanan per hari. Mayoritas pelanggan datang untuk mengecilkan gamis, membesarkan pakaian, atau memotong celana yang terlalu panjang. “Kalau perempuan biasanya mengecilkan gamis yang baru dibeli, kalau yang laki-laki permak celana,” tuturnya.
Tarif Permak Relatif Terjangkau
Salah satu pelanggan, Roro Winarsih, mengaku puas dengan hasil jahitan para tukang permak di kawasan tersebut. Selain pengerjaannya rapi, tarif yang dikenakan juga cukup terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp35.000 per potong, tergantung tingkat kesulitan.
“Setiap beli baju saya selalu ke sini untuk dipermak, biasanya mengecilkan baju karena ukurannya terlalu besar,” pungkasnya.
Meningkatnya permintaan jasa permak menjelang Lebaran ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang lebih memilih menyesuaikan ukuran pakaian mereka daripada membeli yang baru. Selain lebih hemat, layanan ini juga membantu mengurangi limbah tekstil dengan memanfaatkan kembali pakaian yang ada. [nm/kun]






