Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan santri Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, mulai dipulangkan ke daerah asal mereka menjelang Hari Raya Idulfitri. Total sekitar 6.000 santriwan dan santriwati diberangkatkan menggunakan puluhan armada bus. Suasana haru mewarnai proses pelepasan di lingkungan pondok pesantren.
Ribuan santri sudah bersiap dengan barang bawaan masing-masing untuk naik ke armada bus yang telah disiapkan oleh pihak pondok. Tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, para santri tersebut juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum kepulangan ini menjadi momen yang ditunggu karena mereka akan menjalani puasa dan merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Senang banget karena bisa bertemu orang tua dan bisa tahu suasana rumah lagi, lama nggak pulang soalnya. Berlebaran di kampung halaman juga,” ujar santriwati Ponpes Darul Huda Mayak, Alviatul Soliah, Sabtu (7/3/2026).
Para santri diberikan masa libur sekitar satu bulan. Mereka dijadwalkan kembali ke pondok pada 15 Syawal atau sekitar 3 April mendatang. Bagi sebagian santri, kesempatan pulang ini terasa sangat berharga karena ada yang sudah lebih dari dua tahun menetap di pondok dan belum sempat kembali ke rumah.
Proses pemulangan santri dilakukan secara bertahap. Untuk santri yang berasal dari wilayah Pulau Jawa diberangkatkan lebih dulu pada Sabtu pagi dengan menyiapkan sekitar 70 armada bus. Sementara santri yang berasal dari luar Pulau Jawa diberangkatkan pada Sabtu sore hingga malam hari menggunakan belasan bus tambahan serta jalur penerbangan.
“Untuk pagi ini adalah yang di Jawa itu sekitar 70 bus, kemudian sore Jabodetabek sekitar empat bus, lalu nanti malam keluar Jawa ada 11 bus lewat jalur darat dan dua bus untuk yang lewat jalur pesawat,” kata Kabag Kepesantrenan Putra Ponpes Darul Huda Mayak, KH Abdul Wachid Hasyim.
Dia menjelaskan hampir seluruh santri yang berjumlah sekitar 6.000 orang mengikuti kepulangan massal tersebut karena memasuki libur panjang Ramadan dan Idulfitri. Selama masa libur, para santri diharapkan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan yang telah dipelajari di pondok dan dapat mengamalkannya di tengah masyarakat.
“Rata-rata hampir semuanya, hampir 6.000 yang pulang karena ini libur panjang untuk hari Ramadan dan liburan hari raya, kurang lebih satu bulan liburnya,” pungkasnya.
Selain untuk menyambut hari raya, kepulangan para santri juga menandai berakhirnya kurikulum pembelajaran di pondok untuk periode tersebut. Setelah libur Lebaran usai, para santri dijadwalkan kembali ke Pondok Pesantren Darul Huda Mayak sekitar dua minggu setelah Hari Raya Idulfitri untuk melanjutkan kegiatan belajar. (end/kun)






