Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Kongres X IKA Universitas Airalangga (IKA Unair) yang akan berlangsung 3 Juli 202i muncul usulan agar pelaksanaan Kongres IKA mengedepankan musyawarah dan mufakat. Selain itu juga muncul usulan agar diputuskan secara aklamasi atau musyawarah mufakat.
Usulan Kongres IKA Unair mengedepankan musyawarah mufakat disampaikan Ketua IKA Fakultas Ilmu Budaya Unair, Noer Sidik. Sementara usulan agar proses pemilihan dalam Kongres IKA Unair berjalan aklamasi atau musyarawah justru disuarakan Ketua GMNI Kota Surabaya yang juga mahasiswa FISIP Unair, Refi Achmad.
Menurut Noer Sidiq, salah satu bagian warisan leluhur yang menjadi kelebihan bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berdemokrasi adalah musyawarah dan mufakat. Musyawarah dan mufakat mampu menciptakan kehidupan berdemokrasi yang baik dan indah di tengah dinamika perbedaan pandangan yang ada.
“Saya pikir bukan merupakan sesuatu yang berlebihan apabila musyawarah mufakat harus terus dijaga. Musyawarah untuk mencapai mufakat bukanlah sesuatu yang baru dan seolah dirasa, hanya karena,” kata Noer Sidik, Rabu (30/6/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”unair”]
Seperti diketahui saat ini ada 8 (delapan) kandidat ketua dalam Kongres X IKA. Delapan calon itu, berdasar urutan abjad, adalah Abdul Kadir Jailani (FH, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri), Dimas Oky Nugroho (FISIP, Direktur Akar Rumput Strategic Consulting), Hendy Hendarto (FK, Ketua IKA UA Wilayah Jawa Timur), dan Indra Nur Fauzi (FEB, wiraswasta).
Setelah itu ada nama Khofifah Indar Parawansa (FISIP, Gubernur Jatim), Kohar Hari Santoso (FK,Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang), Moh. Adib Khumaidi (FK, Presiden Elect/ Wakil Ketua Umum PB IDI 2018-2021) dan Paulus Totok Lucida (FF, pengusaha).
Berdasar catatat beritajatim.com, sebagai Ketua FIB IKA Unair Noer Sidiq menjadi salah satu dari 5 (lima) pengusung Khofifah sebagai calon Ketua IKA Unair. Dalam rilis imbauan agar Kongres X IKA Unair mengedepankan musyawarah mufakat memang tidak mengarahkan dukungan pada salah satu calon. Nur Sodik hanya mengimbau agar alumni bersatu menghimpun kekuatan. “Karena hal ini, sangat diperlukan untuk kebaikan kita ke depan, dan di situlah, kita akan menjadi pemenang,” ungkapnya.
Sebaiknya Aklamasi
Sementara, Refi Achmad memandang bahwa di era yang penuh disrupsi dan krisis ini alumni Universitas Airlangga perlu untuk memperluas dan memperbesar jejaring agar bisa mengaktualisasikan serta memberi kontribusi pada masyarakat. Karena itu Refi menyampaikan harapannya pemilihan dilakukan secara aklamasi atau musyawarah mufakat. “Dan menjadi lebih baik rasanya jika calon ketua IKA Unair nantinya memiliki mobilitas tinggi di lingkup kampus Unair, yang letaknya di Jawa Timur, tepatnya Surabaya,” ujar Refi.
Sebagai mahasiswa ia punya harapan agar IKA Unair juga harus mampu menunjukkan jiwa korsa terhadap almamater. “Melalui program secara keberlanjutan setidaknya mampu untuk memberikan suntikan semangat baru kepada mahasiswa yang akan purna, untuk melanjutkan jenjang karir pekerjaan yang lebih baik guna membanggakan nama kampus,” kata Refi. (dig/kun)






