Surabaya (beritajatim.com) – Kongres X IKA Unair berlangsung pada Sabtu (3/7/2021) besok. Para tokoh alumni mulai berkomentar tentang siapa sosok yang dibutuhkan untuk memimpin lembaga tersebut. Mereka menyampaikan alasan yang menjadi dasar menentukan siapa pemimpin IKA Unair periode 2021-2025.
IKA Unair memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berbobot. Lembaga ini butuh sosok yang bisa memainkan peran dan kompetensi alumni. Bukan sosok yang hanya mengisi kekosongan jabatan. Siapa yang memimpin harus bisa mengoptimalkanperan dan potensi para alumni tersebut.
Ketua IKA UA Pascasarjana, Asman Abnur menilai semua calon memiliki bobot sesuai bidangnya. Nah, IKA UA butuh sosok yang bisa menggerakkan para alumni untuk berkolaborasi dalam mewarnai pembangunan. “Di sini, Ning Khofifah memiliki modal itu,” ujarnya.
Asman menambahkan penjelasan tersebut hanya menunjukkan apa yang dibutuhkan IKA UA. Dia tidak bermaksud mendiskreditkan kandidat lainnya. “Yang jelas, setiap kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ujar mantan Menpan RB ini.
Tokoh lain yang turut menyampikan pendapatnya adalah Prof. Dr. Muchammad Zaidun, SH. Dia mengungkapkan karakter yang dibutuhkan bagi sosok pimpinan IKA UA adalah integritas dan kebersamaan. Dia yakin, semua kandidat memiliki kompetensi tersebut. “Tapi, untuk Khofifah ada pengecualian, dia sudah terbukti,” ucapnya.
Mantan Anggota Dewan Etik Hakim Konstitusi itu juga melihat Khofifah memiliki kemampuan untuk mengonsolidasikan semua alumni UA. Karena itu, dia menilai sosok alumni FISIP UA itu paling siap membawa IKA UA menjadi lebih baik.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Dewan Penasihat IKA UA wilayah DKI Jakarta Drs. Ahmad Hidayat, AKt.CA, MBA. Menurut dia, Khofifah dianggap paling bisa membimbing alumni dan membantu Unair ke depan. Figur Khofifah dinilai paling pas. “Dia bisa merangkul semua pihak, itu yang dibutuhkan,” tuturnya.
Hidayat juga mengatakan jaringan yang dimiliki Khofifah sangat luar biasa. Dia yakin, resource yang ada di Jakarta akan siap mendukung perempuan kelahiran Surabaya itu. “Kami pun siap melakukan hal yang sama,” ujar lelaki yang juga anggota Komisioner OJK ini.
Persaingan menuju Konggres X IKA UA memang mulai menghangat. Ketua Umum IKA FK UA dr. Nizar, Sp.S (K) silaturahmi para alumni tetap terjaga dengan baik. Terkait siapa yang layak, dia menyatakan siapa pun layak. Tapi, belum tentu semua yang layak itu memiliki pengalaman dan kemampuan. “Dari beberapa calon yang ada, memang Khofifah yang dinilai mampu dan memiliki kapasitas untuk memimpin IKA UA,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ika-unair”]
Menurut dia, Khofifah sudah teruji sebagai pemimpin. Dia pernah berada di parlemen, menteri dua kali, memimpin ormas perempuan terbesar, dan kini menjadi Gubernur Jawa Timur. Pengalaman itu merupakan modal yang sangat kuat dan cukup. “Dia juga alumni yang berprestasi,” imbuhnya.
Dari banyak pendapat itu, semua sepakat bahwa IKA UA harus tetap solid. Lembaga ini merupakan wadah para alumni yang memiliki segudang prestasi. Semua juga berharap Kongres X IKA UA membawa misi yang penting dan bermanfaat untuk Unair ke depan. [tok/but]







