Surabaya (beritajatim.com) – Sehari menjelang Kongres X IKA Universitas Airlangga (Unair) yang akan digelar 3 Juli 2021, Ketua IKA FISIP Unair, Andik Fadjar Tjahjono menyatakan memberikan dukungan untuk Khofifah Indah Parawansa untuk memimpin IKA periode 2021-2024.
Meski begitu, Andik Fadjar Tjahjono tidak mencabut hak dan mandat Dimas Oky Nugroho yang sudah dinyatakan sebagai calon Ketua IKA Unair dari Komisariat IKA FISIP Unair. Menanggapi hal itu, Dimas Oky mengatakan menghormati pendapat Andik Fadjar.
Dimas yang saat ini merupakan Tim Ahli Menteri Bidang Perekonomian RI ini tetap akan maju bertarung hingga titik darah penghabisan.
“Jujur, lawan terkuat saya adalah Ibu Khofifah Indar Parawansa. Tapi kami tidak akan mundur. Justru kalau banyak yang maju sebagai kandidat, memperlihatkan lebih demokratis. Yang penting tidak ada aklamasi atau musyawarah mufakat,” tegas Dimas Oky kepada wartawan di Coffee Toffee Unair Surabaya, Jumat (2/7/2021).
Mantan Staf Khusus Kepala Kantor Kepresidenan ini mengakui, jika nama Khofifah akan menjadi pesaing ketat. Sebab, selama ini masih ada anggapan jika mereka yang punya jabatan, dinilai mempunyai akses yang gampang dan kuat dalam finansial.
“Padahal, jabatan itu tidak mempengaruhi. Justru, yang dibutuhkan adalah orang-orang yang punya tipikal sebagai pekerja yang punya dedikasi tinggi untuk universitas dan ikatan alumni,” tukas Dimas.
Dimas mengaku akan berjuang keras sesuai mandat dari teman-teman IKA FISIP Unair untuk terus maju, meskipun ada para seniornya yang memilih calon lain. Diakuinya, beberapa sebelumya memang ada beberapa orang yang melobinya dan melakukan persuasi agar pemilihan berjalan soft landing (musyawarah mufakat). Dia tetap konsisten tidak sepakat aklamasi.
“Bukan tekanan, memang ada omongan seperti lobi-lobi, atau semacam diskusi. Tapi, sebagaimana adanya mandat, tentunya kami harus bertanggung jawab dan berjuang untuk bisa mewujudkan. Kami tidak akan bermanuver, zigzag, mencla-mencle, kami tegak lurus sesuai mandat. Itu bagian dari integritas kami. Kalau ada yang memilih calon lain, itu hak pribadi mereka dan kami hargai,” tukasnya.
Dimas menambahkan, selain masih memegang mandat dari IKA FISIP Unair, dirinya tetap maju mengikuti pemilihan, karena ingin menghormati mekanisme organisasi di IKA FISIP dan pelaksanaan Kongres IKA Unair
“Lebih dari itu, saya juga menghormati berbagai dukungan yang sudah diberikan kepada saya. Mandat dari IKA FISIP Unair akan tetap saya jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk merebut dukungan pemilik suara secara maksimal,” katanya.
Pada bagian lain, Dimas Oky mengharapkan semua calon yang berlaga dalam pemilihan Ketua IKA Unair menjadikan Maklumat Rektor Unair sebagai pegangan.
Dalam Maklumat itu, lanjut Dimas Oky, Rektor Unair Muhammad Nasih berpesan agar pesta demokrasi IKA Unair berlangsung secara benar-benar demokratis, jujur, adil, fair, tanpa tekanan, tanpa paksaan dan akan menjadi contoh bagi demokrasi di Indonesia dan Dunia.
Dalam Maklumat itu, Rektor Unair juga berpesan agar para calon berkompetisi secara sehat dan fair serta siap kalah dan siap menang. Calon yang hanya siap menang dan tidak siap kalah sebaiknya mempertimbangkan benar keikutsertaannya dalam proses lanjutan.
“Maklumat Rektor Unair itu luar biasa, bukan saja menunjukkan netralitas, pesan moral yang kuat dan nilai akademik yang tinggi. Lebih dari itu menghormati proses demokrasi dan ingin Kongres X menjadi contoh demokrasi sejati. Semua calon harusnya menggunakan Maklumat Rektor sebagai panduan berkompetisi,” tuturnya.
Dimas mendapatkan informasi ada satu calon yang mengundurkan diri sehari menjelang pemilihan. “Calon itu adalah Prof Hendy. Saya dengar informasi itu barusan saja. Saya nggak tahu alasannya apa. Kalau mundur satu, berarti tinggal tujuh calon. Tolong diklarifikasi aja benar tidaknya calon mundur itu,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ika-unair”]
Seperti diberitakan, dalam Kongres X IKA Unair ini ada delapan kandidat yang dicalonkan. Delapan kandidat itu, berdasar urutan abjad, adalah:
Para kandidat itu, berasal dari beragam latar belakang dan fakultas. Mulai tokoh pemerintahan sampai dengan pengusaha. Berikut nama-nama kandidat calon Ketua Umum IKA UA Periode 2021-2021 Unair.
1. Abdul Kadir Jailani, SH., MH., M.A.,
Alumnus Fakultas Hukum (FH) Unair tahun 1980 sekaligus sebagai Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri. Diusulkan wilayah DKI Jakarta.
2. Dimas Oky Nugroho, S.IP., M.Phul., Ph.D.
Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair tahun 1996 sekaligus sebagai tim Ahli Menteri Bidang Perekonomian RI dan Direktur Akar Rumput Strategic Consulting. Diusulkan Komisariat FISIP.
3. Hendy Hendarto, Prof., Dr., dr., SpOg(K).
Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Unair tahun 1980 sekaligus sebagai Ketua IKA UA Wilayah Jawa Timur serta Ketua Prodi Ilmu Kedokteran S3 UNAIR. Diusulkan dua wilayah, yaitu Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
4. Indra Nur Fauzi, SE., M.Si.,
Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair tahun 1994 sekaligus sebagai wiraswasta. Diusulkan dua wilayah dan dua komisariat. Yakni, Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat (Jabar), Komisariat FEB, serta Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK).
5. Khofifah Indar Parawansa, Hj., Dra., M.Si.
Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair tahun 1984 sekaligus sebagai Gubernur Jawa Timur. Diusulkan satu wilayah, dua komisariat, dan dua cabang. Yaitu, Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Komisariat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan FH, serta Cabang Jombang dan Lamongan.
6. Kohar Hari Santoso, Dr., dr.m SpAn. KIC. KAP
Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Unair tahun 1980 sekaligus sebagai PNS serta Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Diusulkan Cabang Malang.
7. Moh. Adib Khumaidi, Dr., SpOT.,
Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Unair tahun 1992 sekaligus sebagai Presiden Elect/ Wakil Ketua Umum PB IDI 2018-2021. Diusulkan Komisariat FK dan Wilayah Sumatra Selatan (Sumsel).
8. Paulus Totok Lusida, Drs. Apt.
Alumnus Fakultas Farmasi (FF) Unair tahun 1984 sekaligus sebagai pengusaha swasta. Diusulkan dua komisariat. Yaitu, Komisariat FF dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). [tok/but]






