Sumenep (beritajatim.com) – Dua hari menjelang Idul Adha, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Sumenep mulai merangkak naik. Cabai merah besar pekan lalu Rp 48.000 per kg, saat ini melonjak menjadi Rp 60.000 per kg. Sedangkan cabai rawit pekan lalu Rp 75.000, sekarang naik menjadi Rp 80.000 per kg.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil mengatakan naiknya harga cabai karena permintaan naik menjelang lebaran, sementara stok di pasaran berkurang. Sebagian besar pedagang mendatangkan cabai dari luar Madura.
“Kalau cabai lokal masih belum masuk masa panen. Mangkanya pedagang sekarang ini ambilnya dari luar Madura. Harga kulakannya memang naik, sehingga mereka juga menaikkan harga jual,” katanya, Senin (25/06/2026).
Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga adalah bawang merah. Pekan lalu harga per kilonya Rp 40.000, awal pekan ini naik menjadi Rp 45.000 per kg. Sedangkan bawang putih, stabil di harga Rp 25.000 per kg.
“Untuk komoditas lain relatif stabil. Harga daging sapi Rp 130.000 per kg, daging ayam potong Rp 40.000 per kg, dan ayam kampung tetap Rp 80.000 per kg,” terangnya.
Demikian juga dengan harga telur, tidak ada kenaikan. Telur ayam ras tetap Rp 27.000 per kg, dan telur ayam kampung Rp 48.000 per kg.
“Harga beras juga stabil. Untuk beras kualitas premium per kilonya Rp 14.600, dan beras lokal atau kualitas medium tetap Rp 13.000 per kg,” ujarnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/aje)






