Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan home visit kepada calon penerima Beasiswa Berdaya untuk memastikan bantuan pendidikan diterima keluarga yang benar-benar membutuhkan.
- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun untuk mendukung program beasiswa bagi masyarakat.
- Pada tahap pertama, 1.246 mahasiswa mendaftar, sementara kuota penerima hanya 580 orang, sehingga proses verifikasi dilakukan secara ketat hingga 18 Juli 2026.
- Selain memeriksa dokumen administrasi, tim verifikasi juga mengecek kondisi ekonomi keluarga, prestasi akademik, dan kondisi riil calon penerima agar program tepat sasaran.
Kediri (beritajatim.com) – Komitmen Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito dalam memperluas akses pendidikan terus diwujudkan melalui Program Beasiswa Berdaya. Untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan verifikasi langsung melalui home visit ke rumah para calon penerima.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran beasiswa tidak hanya mengacu pada dokumen administrasi, tetapi juga berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Anggaran Beasiswa Capai Rp30 Miliar per Tahun
Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar setiap tahun untuk mendukung berbagai program beasiswa pendidikan.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Mas Dhito terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Proses verifikasi lapangan sendiri mulai dilaksanakan sejak 29 Juni 2026.
Home Visit Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa proses verifikasi saat ini difokuskan pada Beasiswa Berdaya jenjang mahasiswa.
Menurutnya, kunjungan langsung ke rumah calon penerima bertujuan memastikan kondisi ekonomi dan lingkungan keluarga sesuai dengan data yang diajukan.
“Kita tidak menginginkan bantuan beasiswa ini tidak tepat sasaran, sehingga mereka yang lebih berhak justru kehilangan kesempatan,” katanya, Rabu (8/7/2026).
Muhsin menegaskan bahwa proses tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab agar bantuan benar-benar diberikan kepada pihak yang berhak.
Pendaftar Jauh Melebihi Kuota
Antusiasme masyarakat terhadap Program Beasiswa Berdaya tahun ini sangat tinggi.
Pada tahap pertama, jumlah pendaftar mencapai 1.246 mahasiswa, sedangkan kuota penerima hanya 580 orang.
Dari proses verifikasi yang telah berjalan, tercatat 780 pendaftar tidak lolos verifikasi, sementara 245 calon penerima telah selesai diverifikasi.
Proses verifikasi tahap pertama masih berlangsung hingga 18 Juli 2026, sebelum dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Verifikasi Meliputi Kondisi Ekonomi hingga Prestasi Akademik
Dalam pelaksanaannya, tim verifikasi tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi.
Petugas Dinas Pendidikan juga melakukan penilaian terhadap beberapa aspek penting, antara lain:
Kondisi ekonomi keluarga berdasarkan kategori Desil 1–5.
Prestasi akademik calon penerima.
Kondisi riil keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
Langkah tersebut dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang mengalami keterbatasan ekonomi namun memiliki semangat melanjutkan pendidikan.
“Verifikasi ini menjadi penentu. Kita berharap betul manfaat program beasiswa benar-benar dirasakan bagi mereka yang kesulitan biaya pendidikan,” ungkap Muhsin.
Mas Dhito Ingin Semua Anak Kediri Punya Kesempatan Kuliah
Muhsin menambahkan, Bupati Kediri Mas Dhito terus menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak di Kabupaten Kediri untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Melalui Program Beasiswa Berdaya, pemerintah daerah berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa berprestasi yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Program tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Kabupaten Kediri untuk meraih cita-cita sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. [ADV PKP/nm/but]






