Surabaya (beritajatim.com) – Persijap Jepara menjadi lawan Persebaya Surabaya pada pertandingan tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026. Kedua tim bersua pada Minggu (28/12/2025) sore di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Menjelang laga tersebut, Persijap datang dengan modal penting setelah berhasil menghentikan tren negatif yang membayangi mereka. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat akhirnya memutus rangkaian delapan kekalahan beruntun usai bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-15 Super League 2025/26.
Meski gagal meraih poin penuh, pelatih Persijap, Divaldo Alves menilai hasil imbang tersebut memiliki arti besar bagi timnya. Ia menegaskan satu poin yang diraih menjadi langkah awal untuk keluar dari tekanan setelah rentetan hasil buruk sebelumnya.
“Anak-anak sudah bermain spartan sejak awal hingga laga usai. Saya rasa hasil ini positif walau kita tidak mendapatkan poin penuh karena kebobolan di menit akhir,” ujar Divaldo Alves.
Pelatih asal Portugal itu juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemainnya, khususnya penampilan Sudi Abdallah yang dinilai mampu merepotkan lini belakang lawan dan menciptakan sejumlah peluang. Menurutnya, Persijap seharusnya bisa meraih hasil lebih baik jika peluang di babak pertama dimaksimalkan.
“Di babak pertama kita punya beberapa peluang. Kalau bisa dimanfaatkan, hasilnya tentu akan berbeda,” lanjut mantan pelatih PSBS Biak tersebut.
Divaldo menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan pemain atas hasil imbang itu. Sebaliknya, laga kontra PSIM disebutnya sebagai momentum kebangkitan Persijap di sisa musim kompetisi.
“Saya rasa Persijap ke depan bisa bangun lagi, bisa bangkit lagi,” tegasnya.
Tambahan satu poin membuat Persijap kini mengoleksi sembilan poin dan masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara. Posisi juru kunci ditempati Persis Solo dengan tujuh poin, sementara Semen Padang berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 10 poin. [faw/aje]






