Pasuruan (beritajatim.com) – Klinik Utama Mata JEC JAVA Pasuruan resmi dibuka. Klinik ini menjadi cabang kedua di Jatim dan akan melayani masyarakat Pasuruan yang memerlukan pemeriksaan kesehatan mata.
Klinik Utama JEC JAVA Pasuruan ini menyediakan perlengkapan canggih berstandar internasional. JEC JAVA Pasuruan juga dilengkapi sumber daya manusia yang sudah berkompeten di bidangnya dengan 8 dokter spesialis mata.
Pembukaan klinik ini dihadiri istri Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, Fatma Saifullah Yusuf bersama Kepala Dinas Kesehatan Pasuruan dr. Shierly Marlena, Presiden Direktur JEC Korporat DR. Dr. Johan Hutauruk, dan Direktur Klinik Utama Mata JEC JAVA @Pasuruan, dr. Lely Retno Wulandari.
Dalam sambutannya, Fatma mengatakan bahwa ini merupakan upaya nyata dalam mendukung percepatan pembangunan. Sehingga masyarakat lebih mudah untuk menjangkau layanan kesehatan mata.
“Masyarakat Pasuruan kini lebih mudah menjangkau layanan kesehatan mata yang paling komprehensif, diperkuat jajaran dokter ahli, dan memiliki fasilitas berteknologi terdepan. Harapan kami, keberadaan JEC JAVA @ Pasuruan semakin mendorong masyarakat untuk memeriksakan mata lebih berkala sehingga kualitas hidup mereka terus terjaga, tanpa ada kendala gangguan pandangan,” katanya, Sabtu (20/1/2024).
Dari hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) Jawa Timur, dengan populasi 190 ribu jiwa di Kota Pasuruan, diperkirakan angka kebutaannya mencapai 1.740 orang per tahun. Sementara, di Kabupaten Pasuruan, dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa, angka kebutaan diprediksi sekitar 14.160 orang per tahun.
Memperkuat itu, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan sempat menyebut, bahwa warga setempat yang mengalami gangguan penglihatan pada 2019 berjumlah 831 orang, 787 di antaranya menderita katarak. Sehingga Direktur Klinik Utama Mata JEC JAVA @Pasuruan, dr. Lely Retno Wulandari mengatakan banyak penyebab yang ditimbulkan adanya katarak.
“Sebagian besar penyebab kebutaan sebenarnya dapat dicegah dan ditangani, termasuk katarak. Pemeriksaan mata menjadi kunci untuk mengantisipasi terjadinya gangguan penglihatan yang berisiko memburuk bahkan sampai buta,” kata Lely.
Lely juga mengatakan bahwa JEC JAVA Pasuruan inu menawarkan penanganan gangguan kesehatan secara keseluruhan. Seperti halnya katarak dan bedah reflektif, vutreiretina, glaukoma, mata anak dan strabismus.
Sementara itu, Presiden Direktur JEC Korporat, DR. Dr. Johan Hutauruk mengatakan bahwa ini merupakan bentuk pengabdiannya untuk melayani masyarakat. Dirinya juga mengatakan bahwa semua doktor spesialis yang ada di JEC JAVA Pasuruan ini memiliki visi yang sama, yakni dengan melebihi harapan pasien.
“Kita selalui melebihi tanggapan pasien kami dengan terus mensuport management dengan memberikan dokter terbaik. Seperti yang di JEC JAVA Pasuruan ini kami juga memberikandokter spesialis unggulan dan juga merupakan warga asli Pasuruan,” katanya. [ada/beq]






