Jember (beritajatim.com) – Teka-teki yang membayangi keberadaan mobil dinas Toyota Innova Venture milik Wakil Bupati Djoko Susanto yang raib dari halaman kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya terkuak.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Jupriono dan Inspektur Kabupaten Jember Ratno Cahyadi Sembodo kompak menjelaskan, bahwa mobil tersebut sedang berada di bengkel untuk diperbaiki.
Menurut Jupriono, mobil dinas tersebut telah terparkir berbulan-bulan di halaman depan kantor Pemkab dan terlihat kotor. “Melihat itu, rencananya mau dicuci, tapi mesin mobil mati. Akhirnya dibawa ke bengkel,” katanya, Sabtu (26/7/2025).
Jupriono mengingatkan mobil dinas tersebut adalah plat merah yang dibeli menggunakan uang rakyat. “Sayang kalau tidak dipakai berbulan-bulan sampai rusak,” katanya.
Jupriono lantas memerintahkan Inspektorat untuk mengecek status mobil tersebut. Dari sana diketahui, bahwa mobil tersebut berstatus mobil operasional organisasi perangkat daerah (OPD). “Dari pada tidak dipakai, dikembalikan kepada OPD bersangkutan,” katanya tanpa merinci OPD yang dimaksud.
Ratno membenarkan jika pihaknya menelusuri status mobil itu. “Apakah mobil operasional Pak Wabup atau bukan. Posisi mobil itu ada di bengkel Auto 2000 karena kondisi mobil itu terbengkalai dan accu-nya juga ngedrop, akhirnya diperbaiki,” katanya.
Menurut Ratno, kendaraan dinas jabatan Wabup adalah Mitsubishi Pajero. “Dari zamannya Pak Hendy Siswanto kan memang Pajero,” katanya.
Ratno menjelaskan bahwa ada dua jenis mobil dinas. “Ada kendaraan dinas jabatan dan operasional. Yang dimiliki pejabat adalah kendaraan dinas jabatan. Kendaraan dinas Pak Wabup adalah Pajero,” katanya.
Apakah mobil yang diparkir di halaman kantor Pemkab Jember itu dibawa ke bengkel tanpa memberitahu Wabup Djoko? “Kami masih telusuri apakah ini kendaraan jabatan, atau operasional. Kalau kendaraan operasional, leading sector-nya Bagian Umum. Kalau kendaraan dinas jabatan melekat di masing-masing pejabatnya,” kata Ratno.
Sebelumnya, Wakil Bupati Djoko Susanto menyampaikan kepada wartawan, bahwa Innova Venture yang biasa diparkir di halaman kantor Pemkab Jember mendadak raib dan tidak diketahui keberadaannya, Senin (21/7/2025). “Padahal kunci saya simpan di ruangan saya,” kata Djoko kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).
Djoko tidak mau terburu-buru menyebut mobil itu hilang. “Tapi tidak ada, tidak diketahui tempatnya. Tidak diketahui posisinya,” katanya.
Djoko sempat menanyakan keberadaan mobil dinas itu kepada staf yang berjaga di lobi lantai bawah. “Saya tanya, jawabnya: tidak tahu, Bapak. Loh, ini model piye?” katanya.
Akhirnya Djoko melayangkan resmi kepada Sekretaris Daerah untuk menindaklanjuti ketiadaan mobil tersebut. “Sampai Kamis (24/7/2025), tidak ada penjelasan, tidak ada klarifikasi, terpaksa saya harus keluarkan surat peringatan kepada Sekda. Saya deadline untuk menindaklanjuti satu kali 24 jam,” katanya.
Djoko sebenarnya berniat melaporkan sendiri ke polisi jika perintahnya tidak diindahkan. Namun dia memilih tidak melapor ke polisi dan mencari tahu keberadaan mobil itu lebih dulu. “Dalam kapasitas jabatan, saya harus mengedukasi,” katanya.
Djoko menilai tidak diketahuinya keberadaan mobil dinasnya adalah urusan moral dan karakter. “Mobil yang melekat pada jabatan wakil bupati saja hilang atau diambil tanpa pemberitahuan. Problem mendasarnya di situ. Jangan-jangan sudah habit, mengambil hak orang seenaknya sendiri,” katanya. [wir]







3 Komentar
Kalau cumak ganti aki kok sampai berhari hari
Pak, urusan jember masih sangat banyak dari urusan remeh temeh seperti ini.
Sebenarnya jennengan ingin membangun jember atau mau apa ?
Membina dengan pasangannya saja kesulitan bagaimana mau mbina rakyat jember yang jutaan jumlahnya