Bondowoso(beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengimbau seluruh pengendara truk dan kendaraan boks untuk tidak melintasi jalur Bondowoso–Ijen–Banyuwangi.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul kondisi jalan yang sempit dan ekstrem, disertai tanjakan serta turunan tajam yang dinilai rawan menimbulkan kecelakaan.
“Mulai Kamis (24/7/2025), seluruh truk dan kendaraan boks diimbau tidak melewati kawasan Ijen, baik dari arah Bondowoso maupun Banyuwangi. Jalur ini tidak aman untuk kendaraan besar. Sebaiknya lewat jalur pantura saja,” ujar Slamet Yantoko, Plt Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso pada BeritaJatim.com, Jumat (25/7/2025).
Kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons atas penutupan resmi Jalur Gumitir yang menghubungkan Silo, Jember dengan Kalibaru, Banyuwangi, sejak Kamis kemarin.
Jalur tersebut dinyatakan tak layak dilalui karena beberapa kali mengalami longsor dan kerusakan berat yang membahayakan pengendara.
Proses perbaikan diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025. Meski demikian, kendaraan pribadi masih diperbolehkan melintasi jalur Ijen.
“Mobil pribadi masih memungkinkan untuk salipan. Tapi tetap harus hati-hati. Kami juga sudah atur personel bergantian dengan Satlantas,” tambah Slamet.
Dishub Bondowoso juga akan memasang banner imbauan di beberapa titik strategis, seperti Gardu Atak, Kecamatan Tapen, serta di Sumbergading, Kecamatan Sumberwringin, yang merupakan pintu masuk menuju Kawah Ijen dari wilayah Bondowoso.
Lebih lanjut, Slamet mengimbau masyarakat dan pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas.
“Beberapa kendaraan sempat mogok dan menimbulkan gangguan lalu lintas. Jadi, mohon dicek betul-betul sebelum jalan,” pesannya.
Dishub Bondowoso juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Banyuwangi agar kebijakan ini berjalan selaras di kedua wilayah. (awi)






