Surabaya (beritajatim.com) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap per Februari 2026, korps Bhayangkara telah memiliki 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan di 12 Provinsi seluruh Indonesia.
Dari total 1.179 SPPG untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, 411 dapur sudah beroperasi. 162 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional, dan 499 SPPG yang saat ini dalam tahap pembangunan dan diperkirakan selesai pada Maret 2026. Sementara, 107 SPPG masih dalam tahap peletakan batu pertama.
“Kami laporkan Polri telah memiliki 1.179 SPPG. Jika semua sudah beroperasi, maka dapat memberikan manfaat bagi 2.947.500 orang dan menyerap hingga 58.950 tenaga kerja,” kata Listyo Sigit di Jakarta.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengungkap jika Jawa Timur memiliki SPPG terbanyak nomor dua setelah Jawa Tengah. Hal ini membuat Jawa Timur menjadi salah satu tulang punggung SPPG Nasional.
“Jawa Tengah memiliki 149 SPPG. Disusul dengan Jawa Timur yang memiliki 131 SPPG, Sumatra Utara 117 SPPG, dan Banten 64 SPPG,” kata mantan Kapolrestabes Surabaya itu.
Dari total 131 SPPG yang ada di Jawa Timur, 58 SPPG telah beroperasi. 27 SPPG dalam tahap persiapan operasional, 47 SPPG dalam tahap pembangunan, dan 12 SPPG dalam tahap ground breaking.
“Untuk dana pembangunan SPPG Polri didapat dari dana koperasi Polda atau Polres jajaran. Lalu pinjaman bank himbara hingga kerjasama dengan mitra Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB),” imbuh Isir.
Salah satu SPPG di Jawa Timur yang sudah beroperasi berada di Desa Pacing, Bangsal, Mojokerto. SPPG ini dilengkapi dengan green house hidroponik dan kolam bioflok ikan. Dalam sehari, SPPG ini bisa memproduksi 3.563 porsi MBG untuk 21 sekolah di sekitarnya.
“Pekarangan pangan yang difungsikan sebagai green house hidroponik dan kolam bioflok sangat membantu dalam pemenuhan bahan baku. Kami juga bekerja sama dengan 7 UMKM di sekitar SPPG Mojokerto,” terang Kepala SPPG Polda Jatim Noverita Resya Sintia.
Selain itu, di lahan seluas 10.500 meter persegi milik SPN Polda Jatim itu juga dibangun Gudang Ketahanan Pangan berkapasitas 1.000 ton. Saat ini, gudang tersebut difungsikan untuk menyimpan 40 ton jagung pipil kering hasil serapan Bulog Cabang Mojokerto. [ang/suf]






