Bojonegoro (beritajatim.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa berkah bagi para penyedia jasa pembakaran kepala dan kaki hewan kurban di Pasar Kota Bojonegoro.
Sejak Rabu pagi (27/5/2026), lapak-lapak jasa pembakaran tampak ramai didatangi warga yang ingin membersihkan kepala maupun kaki sapi dan kambing usai proses penyembelihan.
Aktivitas di lokasi berlangsung sibuk. Warga datang bergantian membawa bagian hewan kurban untuk dibersihkan dari sisa bulu. Kepulan asap terlihat memenuhi area pasar, sementara para pekerja dengan sigap mengolah bagian kepala dan kaki hewan menggunakan blower, pisau, hingga kain pembersih.
Salah seorang penyedia jasa pembakaran, Distan, mengatakan momen Idul Adha menjadi waktu paling ramai bagi usaha musiman yang dijalaninya bersama keluarga.
“Alhamdulillah, di hari pertama Idul Adha ini ramai sekali. Banyak warga yang datang dari pagi,” ujar Distan di sela pekerjaannya.
Ia menjelaskan, membersihkan kepala dan kaki hewan kurban membutuhkan tenaga serta keterampilan khusus agar bulu dapat hilang sempurna tanpa merusak kulit maupun daging.
Menurutnya, durasi pengerjaan untuk setiap bagian hewan berkisar antara 20 hingga 45 menit, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.
“Pembersihan kepala dan kaki hewan kurban ini cukup rumit. Jadi banyak warga yang memilih menggunakan jasa kami daripada mengerjakannya sendiri,” jelasnya.
Untuk tarif jasa, pembakaran kepala sapi dibanderol Rp80 ribu per bagian, sedangkan kepala kambing Rp25 ribu. Sementara pembersihan kaki sapi dikenakan biaya Rp15 ribu dan kaki kambing Rp10 ribu.
Distan menambahkan, lonjakan pelanggan biasanya terjadi hingga hari ketiga Idul Adha. Setelah itu, aktivitas jasa pembakaran kembali normal karena usaha tersebut hanya ramai saat musim kurban.
“Ramainya biasanya sampai hari ketiga kurban. Setelah itu ya sudah, ini kan kerja musiman,” pungkasnya.
Sementara itu, keberadaan jasa pembakaran dinilai sangat membantu masyarakat. Rizki, salah satu pelanggan, mengaku lebih memilih menggunakan jasa tersebut karena dinilai praktis dan menghemat waktu.
“Pernah coba sendiri tapi kesulitan dan prosesnya lama. Kalau di sini kan lebih cepat,” katanya.(lim/ted)






